Tiga Pemain Asing Persija Jakarta Sampaikan Evaluasi Akhir Musim

Share

Tiga pemain asing Persija Jakarta asal Brasil mengungkapkan isi hati mereka setelah menyelesaikan kompetisi BRI Super League 2025/2026 di peringkat ketiga. Ketiga legiun asing tersebut adalah Allano Lima, Fabio Calonego, dan Maxwell Souza.

Pencapaian tim ibu kota di posisi ketiga ini membuat mereka harus merelakan gelar juara kepada Persib Bandung yang meraih hattrick juara, serta Borneo FC Samarinda di posisi runner-up. Informasi ini dilansir dari Bola.

Allano Lima menyampaikan pesan emosional melalui media sosial pribadinya terkait perjalanan musim ini. Winger berusia 31 tahun itu tercatat tampil dalam 29 pertandingan dengan torehan sembilan gol dan sembilan assist, namun juga mengantongi 12 kartu kuning dan satu kartu merah.

"Ini adalah tahun yang sangat penuh berkah meski dengan segala yang terjadi. Terima kasih untuk semuanya, maaf jika saya melupakan seseorang, kami sudah berjuang keras, saudara-saudaraku bisa merasa bangga, meski hasilnya tidak selalu seperti yang kami impikan," tulis Allano, penyerang sayap Persija Jakarta.

Pemain yang bergabung pada awal musim dengan kontrak satu tahun tersebut juga memberikan apresiasi khusus kepada kelompok pendukung setia Persija. Masa depan pemain bernomor punggung 07 ini masih belum dipastikan bersama klub untuk musim depan.

"Besok selalu menjadi hari yang baru. Terima kasih kepada semua yang tidak melepaskan tangan kami. Terima kasih Jakmania, kalian sudah mendukung saya," jelas Allano, pemain asal Brasil.

Gelandang tangguh Persija, Fabio Calonego, turut mengutarakan rasa terima kasihnya atas dinamika kompetisi yang telah dilewati. Pemain berusia 28 tahun itu tampil dalam 30 pertandingan dengan sumbangan tiga gol, tujuh assist, empat kartu kuning, dan satu kartu merah.

"Saya hanya bisa berterima kasih kepada Tuhan, istri saya, anak-anak saya, keluarga saya… seluruh kelompok pemain, staf pelatih, manajemen, staf klub, masyarakat Jakarta, dan terutama suporter fanatik kami, Jakmania," tutur Calonego, gelandang Persija Jakarta.

Calonego menegaskan bahwa meskipun target utama meraih trofi liga tidak tercapai, timnya telah berjuang maksimal. Persija bahkan sukses mengukir rekor poin tertinggi sepanjang sejarah klub pada musim kompetisi ini.

"Kami memiliki tujuan yang jelas, yaitu meraih gelar liga, tetapi seperti yang selalu saya katakan, sayangnya tidak semua berjalan seperti yang kami inginkan… finis di peringkat ketiga dalam kompetisi seketat ini bukanlah hal yang mudah," tutur Calonego, pemain bernomor punggung 97.

Ia juga menambahkan pandangannya mengenai kualitas permainan tim dan keyakinannya terhadap masa depan klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

"Kami berlatih, bekerja, berjuang, bermimpi, dan yang paling penting, kami menghormati jersey bersejarah dan legendaris ini setiap hari sepanjang musim ini." kata Calonego, gelandang asal Brasil.

Pihaknya merasa bangga atas pencapaian poin historis yang tidak bisa dihapus oleh siapapun.

"Meskipun kami tidak menjadi juara, bermain menghadapi semua orang dan menghadapi segala situasi, kami berhasil mencatatkan poin tertinggi dalam sejarah klub, dan itu tidak akan pernah bisa dihapus oleh siapa pun." imbuh Calonego, pemain tengah Persija.

Evaluasi tersebut ditutup dengan optimisme tinggi bahwa Persija Jakarta berada di jalur yang tepat untuk meraih prestasi tertinggi pada musim-musim mendatang.

"Kami memainkan sepak bola yang sangat bagus. Bagi mereka yang memahami sepak bola, pasti tahu apa yang saya maksud. Saya yakin gelar juara ada di masa depan yang tidak lama lagi, kami hanya perlu terus berjalan di jalur yang benar. Akhir kata, terima kasih untuk semuanya!" ungkap Calonego, pesepak bola berusia 28 tahun.

Sementara itu, penyerang Maxwell Souza menutup musim pertamanya sebagai pemain tersubur klub. Pemain berusia 31 tahun itu mengoleksi 16 gol dan empat assist dari 31 penampilan, termasuk satu gol ke gawang Semen Padang di laga pamungkas.

"Pertandingan terakhir musim ini dan, syukur kepada Tuhan, musim berakhir seperti saat dimulai, dengan kemenangan di hadapan suporter kami dan dengan sebuah gol untuk menyempurnakan kerja luar biasa ini," imbuh Maxwell, penyerang Persija Jakarta.

Maxwell menyatakan rasa syukurnya atas kebersamaan dan kerja keras seluruh elemen tim sepanjang musim, terlepas dari kritik yang sempat menerpanya akibat gaya bermain yang dinilai egois.

"Saya bersyukur kepada Tuhan atas semua yang saya jalani, untuk setiap latihan, setiap pertandingan, setiap gol, dan setiap orang yang bersama saya dalam perjuangan sehari-hari." kata Maxwell, pemain depan Persija.

Ia menganggap skuad Persija musim ini sebagai salah satu komposisi tim terbaik yang pernah ia bela sepanjang karier profesionalnya.

"Kelompok ini pasti akan selalu ada dalam ingatan saya sebagai salah satu tim terbaik yang pernah saya bekerja sama sepanjang hidup saya. Kami pantas mendapatkan lebih dari sekadar posisi ketiga, tetapi Tuhanlah yang mengetahui segalanya." ujar Maxwell, pesepak bola asal Brasil.

Penyerang tersubur tim ibu kota tersebut mengakhiri pesannya dengan menyampaikan rasa hormat dan terima kasih mendalam kepada rekan setim, staf, serta The Jakmania yang setia mengawal perjuangan klub.

"Saya merasa sangat bahagia dan terhormat karena pernah menjadi bagian dari semua ini. Terima kasih kepada rekan-rekan setim saya, staf, dan Jakmania atas dukungan dan sokongan sejak awal hingga akhir musim. Kami telah melalui masa-masa bahagia bersama," ungkap Maxwell, penyerang bernomor punggung 95.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author