BMKG Catat Dua Gempa Dangkal Guncang Laut Sulawesi Utara
Aktivitas tektonik melanda perairan utara Sulawesi Utara setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi dua guncangan gempa bumi dangkal berturut-turut pada Kamis (13/8/2026) dan Jumat (14/8/2026).
Peristiwa terbaru terjadi pada Jumat pukul 08.14 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,3 yang bersumber di laut sekitar 206 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe. Gempa dengan kedalaman 32 kilometer ini dipicu oleh aktivitas subduksi di Cotabato Trench.
Hasil pemutakhiran data BMKG menetapkan koordinat gempa berada di 5,46 Lintang Utara dan 125,29 Bujur Timur. Guncangan akibat mekanisme sesar naik ini dirasakan masyarakat Kepulauan Marore pada skala IV MMI dan wilayah Kendahe pada skala III MMI.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan resminya yang dilansir dari RRI.
Pemantauan petugas hingga Jumat pagi memastikan belum ada kemunculan gempa susulan di sekitar lokasi Cotabato Trench.
"Hingga pukul 08.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," kata Wijayanto.
Sehari sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 lebih dulu menggetarkan wilayah barat laut Melonguane, Sulawesi Utara, pada Kamis pukul 16.22 WIB. BMKG mencatat titik episenter gempa berada di koordinat 6.64 Lintang Utara dan 125.87 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Pusat gempa tersebut berjarak sekitar 306 kilometer barat laut dari Melonguane. BMKG terus mengimbau warga agar tetap tenang, menghindari bangunan retak, serta hanya memantau perkembangan informasi dari kanal komunikasi resmi institusi.