Investor Asing Borong Saham BBCA Saat Laba Bersih Naik
Aksi beli bersih oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia mengiringi pencapaian PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang membukukan pertumbuhan laba bersih bank-only sebesar 3 persen secara tahunan hingga mencapai Rp20,8 triliun pada empat bulan pertama yang berakhir April 2026.
Nilai transaksi saham BBCA menyentuh Rp1,25 triliun dengan penguatan harga menuju level Rp6.125 per lembar saham pada perdagangan hari Senin, di mana investor asing mencatatkan beli bersih terbesar di pasar reguler senilai Rp107,1 murni.
Peningkatan pendapatan non-bunga sebesar 8 persen secara tahunan menjadi pendorong utama profitabilitas ini, sementara laba bersih bulanan khusus pada April 2026 tercatat sebesar Rp4,8 triliun.
Di sisi lain, penyaluran kredit korporasi melambat selama empat bulan berturut-turut menjadi Rp965,01 triliun atau hanya tumbuh 5 persen secara tahunan, membuat manajemen mengalihkan dana ke instrumen surat berharga yang melonjak 17,55 persen secara tahunan menjadi Rp425,41 triliun.
Langkah penempatan dana tersebut memicu penurunan beban provisi sebesar 16 persen secara tahunan menjadi Rp1,06 triliun, sehingga menjaga rasio biaya kredit pada level rendah sebesar 0,3 persen.
Penghimpunan dana pihak ketiga tetap tumbuh agresif sebesar 8,56 persen secara tahunan menjadi Rp1.246,05 triliun yang ditopang giro dan tabungan, sehingga rasio dana murah berada di angka 84,97 persen dengan loan to deposit ratio sebesar 77,45 persen.
Sejumlah lembaga sekuritas merilis ulasan pergerakan pasar modal secara terpisah mengenai kinerja finansial perbankan swasta terbesar di Indonesia tersebut.
"Perolehan laba bersih tersebut sejalan dengan ekspektasi, karena setara 34% dari estimasi konsensus untuk konsolidasi tahun 2026. Sebagai pembanding, pada 4M25 mencapai 35% dari realisasi konsolidasi 2025," tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, yang dikutip pada Selasa (19/5/2026).
Analis dari Ciptadana Sekuritas Asia memaparkan valuasi saham saat ini diperdagangkan pada 2,4x PBV dan 11,7x PE estimasi 2026 yang mencerminkan diskon mendalam dari rata-rata historis.
Pihak analis tersebut kemudian menyematkan rekomendasi beli dengan target harga Rp9.200 per saham.
Sementara itu, penurunan target harga saham BBCA dilakukan oleh MNC Sekuritas menjadi Rp8.700 dari posisi sebelumnya Rp10.500 per lembar saham.
"Perolehan laba bersih tersebut sejalan dengan ekspektasi, karena setara 34% dari estimasi konsensus untuk konsolidasi tahun 2026. Sebagai pembanding, pada 4M25 mencapai 35% dari realisasi konsolidasi 2025," tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, yang dikutip pada Selasa (19/5/2026).
Lembaga riset keuangan menilai permodalan kuat serta efisiensi berkelanjutan akan mendukung ketahanan laba emiten di masa depan, meskipun ada risiko dari potensi perlambatan kredit dan pemburukan ekonomi makro.
| Indikator (Rp murni) | 4M 2025 | 4M 2026 | YoY | % Target 2026 | Feb 2026 | Mar 2026 | Apr 2026 | YoY | MoM |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pendapatan Bunga | 30.345 | 30.537 | 1% | 29% | 7.244 | 7.904 | 7.647 | 0% | -3% |
| Beban Bunga | 4.080 | 4.351 | 7% | 26% | 1.014 | 1.078 | 1.144 | 5% | 6% |
| NII | 26.265 | 26.186 | 0% | 29% | 6.230 | 6.826 | 6.502 | -1% | -5% |
| Pendapatan Non-Bunga | 9.706 | 10.436 | 8% | 35% | 2.018 | 4.057 | 2.148 | 11% | -47% |
| Beban Operasi | 10.289 | 10.368 | 1% | 27% | 2.811 | 2.361 | 2.759 | 12% | 17% |
| PPoP | 25.681 | 26.253 | 2% | 33% | 5.436 | 8.523 | 5.892 | -2% | -31% |
| Beban Provisi | 1.275 | 1.068 | -16% | 28% | 229 | 606 | -28 | -106% | -105% |
| Laba Operasi | 24.406 | 25.185 | 3% | 33% | 5.207 | 7.917 | 5.920 | 7% | -25% |
| Pajak | 4.195 | 4.368 | 4% | 29% | 978 | 1.127 | 1.122 | 7% | -1% |
| Laba Bersih | 20.211 | 20.817 | 3% | 34% | 4.230 | 6.790 | 4.799 | 6% | -29% |