Sido Muncul dikunjungi delegasi China Medical University dan BRIN

Share

Akademisi dan lembaga penelitian Taiwan mengunjungi pabrik PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, untuk melihat proses produksi serta riset tanaman obat dan herbal, pada Kamis 13/8/2026, menurut Detikcom.

Kunjungan itu dipimpin Prof. Yuan Shiun Cheng, Ph.D., Profesor Farmakognosi dari Departemen Ilmu Farmasi Tiongkok, Fakultas Kedokteran Tiongkok, China Medical University, Taichung, Taiwan.

Delegasi melakukan studi lapangan tentang sumber daya tanaman obat di Indonesia pada 9-17 Agustus dan terdiri atas ahli serta pemangku kepentingan lintas sektor dari pemerintah, akademisi, bidang pertanian, praktisi TCM, perusahaan farmasi TCM, serta importir tanaman obat TCM, sebagaimana diberitakan Detikcom.

Mereka menelusuri fasilitas Sido Muncul, mulai dari pabrik Tolak Angin, laboratorium, laboratorium farmakologi, pabrik ekstraksi, hingga laboratorium penelitian rempah.

Delegasi juga membawa daftar 100 tanaman obat TCM yang menjadi komoditas utama impor Taiwan; beberapa komoditas yang pernah diimpor Taiwan dari Indonesia mencakup cengkeh, akar Helminthostachys zeylanica, lada, serta rimpang Curcuma longa.

Irwan Hidayat menyambut kunjungan delegasi Taiwan sebagai kesempatan untuk saling bertukar pengetahuan mengenai tanaman obat, standar mutu, penelitian, dan pengembangan industri herbal.

Kami menyambut baik kunjungan delegasi dari Taiwan ini. Bagi kami, kunjungan seperti ini bukan hanya untuk memperkenalkan Sido Muncul, tetapi juga menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengetahuan mengenai tanaman obat, standar mutu, penelitian, dan pengembangan industri herbal

Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C) Irwan Hidayat, mengatakan pihaknya telah menjelaskan ekosistem perusahaan kepada delegasi, mulai dari kelompok tani hingga proses produksi.

Nanti kalau mereka tertarik, mereka akan melakukan pembelian ke Indonesia. Kami punya kelompok tani, kami punya penelitian, kemudian kami punya proses produksi

Irwan juga menyampaikan bahwa skala industri di Taiwan dinilainya lebih kecil, sehingga pembelian bahan dari Indonesia dinilai lebih efisien untuk pembuatan produk jadi.

Di Taiwan belum ada yang sebesar ini. Di Taiwan kecil-kecil. Jadi lebih efisien kalau beli bahannya dari Indonesia, kemudian mereka buat produk-produk jadi

Selain peluang pembelian bahan baku, Irwan membuka kemungkinan kerja sama penelitian dengan lembaga penelitian di Taiwan.

Siapa tahu kami bisa kerja sama penelitian dengan lembaga-lembaga penelitian dari Taiwan

Menurut Irwan, kekayaan tanaman obat Indonesia perlu didukung budidaya berkelanjutan, standar mutu, serta penelitian ilmiah agar mampu bersaing di pasar internasional.

Indonesia memiliki sumber daya tanaman obat yang luar biasa. Yang penting adalah bagaimana bahan baku tersebut dibudidayakan dengan baik, diproses secara benar, memiliki standar mutu, dan dibuktikan secara ilmiah

Ia menyebut Indonesia berpeluang menjadi salah satu sumber bahan baku herbal dunia jika syarat tersebut terpenuhi.

Kalau itu dilakukan, saya yakin Indonesia mempunyai peluang besar untuk menjadi salah satu sumber bahan baku herbal dunia

Irwan berharap kunjungan berlanjut menjadi kerja sama konkret dalam bahan baku, produk herbal, maupun penelitian, dengan membangun kerja sama jangka panjang.

Kalau ada peluang untuk meningkatkan perdagangan tanaman obat dengan Taiwan, tentu kami menyambut baik. Tetapi yang lebih penting adalah membangun kerja sama jangka panjang

Prof. Yuan Shiun menyatakan terkesan dengan skala perusahaan dan menyebut fasilitas yang dilihatnya sangat besar.

We are very impressed by the scale of the company. Such a huge factory (Kami sangat terkesan dengan skala perusahaan ini, ini pabrik yang besar)

Prof. Yuan menjelaskan Taiwan memiliki industri farmasi tradisional China, dengan pabrik yang berbeda-beda, dan tidak menyebutnya sebagai jamu seperti di Indonesia.

Di Taiwan kami tidak menyebutnya jamu. Kami memiliki pabrik farmasi tradisional China yang memproduksi berbagai jenis sediaan obat tradisional China. Ada beberapa pabrik yang berbeda

Ia menilai terdapat kesamaan standar produksi karena industri obat tradisional di Taiwan juga harus memenuhi standar Good Manufacturing Practice atau GMP.

Saya kira cukup mirip karena kami juga harus memenuhi standar GMP. Kami juga terus meningkatkan standar produksi

Ketika ditanya hal paling membuatnya terkesan, Yuan menyoroti skala dan standar fasilitas Sido Muncul.

Kami sangat terkesan dengan skala perusahaan ini. Standarnya juga sangat tinggi. Sangat bagus dan sangat mengesankan. Kami terkesan

Peneliti Utama BRIN Bidang Tanaman Obat dan Herbal, Yuli Widiastuti, mengatakan Sido Muncul dipilih karena dinilai representatif menggambarkan industri jamu di Indonesia.

Menurut saya yang representatif untuk industri jamu di Indonesia sekarang ya Sido Muncul

Yuli menjelaskan China Medical University memiliki bidang kedokteran konvensional sekaligus pengobatan tradisional, termasuk rumah sakit khusus pengobatan tradisional dan pendidikan serta tenaga dokter untuk traditional Chinese medicine atau TCM.

China Medical University itu ada unit konvensionalnya, tapi ada unit tradisionalnya. Mereka punya rumah sakit obat tradisional khusus karena di sana juga ada jurusan khusus

Ia menutup penjelasan dengan menyebut universitas tersebut memiliki unit konvensional dan unit tradisional.

pungkasnya

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author