Pemerintah Janjikan Insentif Produksi Satu Juta Motor Listrik Lokal

Share

Pemerintah Indonesia berencana memberikan insentif berskala besar bagi perusahaan domestik yang sanggup memproduksi satu juta unit motor listrik di dalam negeri, Jumat (14/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong efisiensi energi nasional sekaligus memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik lokal.

Menanggapi arahan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa alokasi anggaran subsidi untuk program tersebut telah disiapkan oleh pemerintah.

Airlangga menjelaskan bahwa skema pemberian insentif tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi oleh pihak teknis terkait.

"Skemanya sedang dimatangkan, tapi kan tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada. Nanti kita lihat, karena nanti jumlahnya kita sedang hitung," ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Pemerintah menetapkan kriteria penerima insentif, terutama bagi perusahaan yang siap membangun ekosistem pendukung serta memproduksi komponen utama secara mandiri.

"Pertama tentu mesti ada baterainya, kedua ekosistemnya yang kemarin sudah disiapkan," terang Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Dukungan fasilitas fiskal dan nonfiskal ini diprioritaskan bagi manufaktur nasional yang beroperasi penuh di wilayah Indonesia.

"Kita umumkan, kita akan berikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Langkah strategis ini dirancang untuk menekan pengeluaran transportasi masyarakat, memangkas beban impor bahan bakar minyak, serta memperkuat rantai pasok komponen dan layanan purnajual domestik.

"Kita telah memiliki hampir semua. Unsur dalam baterai untuk kendaraan listrik, hampir semua," jelas Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Penggunaan transportasi berbasis baterai diperkirakan mampu menghemat pengeluaran operasional masyarakat hingga lebih dari separuh dibanding kendaraan konvensional.

"Bahkan bisa turun hanya 30% dari biaya yang mereka, keluarkan. (Ketiga) Pengurangan impor energi, dan (keempat) yang sangat penting,pekerjaan dan penghasilan bagi anak anak Indonesia," katanya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author