Film Hope Karya Na Hong Jin Siap Tayang di Bioskop Indonesia
Bioskop tanah air siap menyambut penayangan film terbaru karya sutradara ternama Na Hong Jin yang berjudul Hope. Karya sinema Korea Selatan ini dijadwalkan menyapa penonton Indonesia mulai bulan depan, seperti dilansir dari Detikcom. Jadwal resmi peluncuran layar lebar tersebut sudah tercantum pada situs XXI sejak Jumat (14/8/2026).
Sebelumnya, sineas asal Korea Selatan ini memutarkan karya terbarunya secara perdana dalam ajang 79th Film Festival pada 12 Mei lalu. Pemutaran perdana di ajang festival internasional tersebut mendapat sambutan yang sangat hangat. Para penonton dan penikmat film memberikan tepuk tangan berdiri atau standing ovation berdurasi tujuh menit seusai pemutaran berakhir.
Penayangan secara komersial di Korea Selatan sendiri telah dimulai pada 15 Juli. Pada hari pertama pemutaran, film ini berhasil mencatatkan penjualan tiket lebih dari 300 ribu lembar di bioskop lokal.
Laju penjualan tiket terus menunjukkan peningkatan drastis hingga hari ketiga penayangan. Angka penonton melaju kencang hingga berhasil menembus jumlah satu juta penonton di layar lebar Korea Selatan. Pencapaian luar biasa ini membuat karya Na Hong Jin menjadi film Korea Selatan rilisan tahun 2026 yang paling cepat meraup satu juta penonton. Rekor ini melampaui pencapaian film Colony yang membutuhkan empat hari.
Untuk pasar Indonesia, penayangan resmi dijadwalkan berlangsung pada 9 September mendatang. Film ini hadir dalam format reguler 2D dengan durasi 2 jam 36 menit serta klasifikasi usia 13 tahun ke atas. Layar lebar ini menjadi momentum kembalinya Na Hong Jin setelah kurun waktu sepuluh tahun pascasukses besar film The Wailing. Tak heran bila proyek ini menjadi karya sinema yang sangat dinantikan tahun ini.
Sorotan Kritikus dan Penampilan Bintang Hollywood
Sejumlah kritikus serta media internasional melontarkan pujian seusai menyaksikan pemutarannya di Cannes. Media Deadline bahkan menyebut sinema ini sebagai karya yang "langka" sehingga terlihat menonjol di antara kontestan lain. Meski demikian, karya ini tetap menerima sorotan kritis mengenai jajaran pemeran Hollywood.
Wajah asli Michael Fassbender, Alicia Vikander, serta Taylor Russell tidak tampak sama sekali karena mereka memerankan karakter alien via motion capture. Kritik tersebut juga disertai ulasan mendalam mengenai fenomena keterlibatan para bintang papan atas tersebut. Variety menuliskan penilaiannya terkait konsep peran yang diusung dalam proyek sinematik ini.
"Sebuah pembalikan cerdik dari pengucilan tradisional terhadap aktor Asia dalam film-film blockbuster Hollywood sendiri," kata Variety.
Ulasan media tersebut menyoroti rekam jejak historis aktor dan aktris Asia yang sering dipandang sebelah mata di Hollywood. Pada masa lalu, talenta Asia kerap sekadar diberi peran seadanya, tanpa tujuan jelas, atau diakhiri dengan kematian.