Pemerintah Pengoperasian 182 Sekolah Rakyat untuk Anak Kurang Mampu
Pemerintah kini mengoperasikan sebanyak 182 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia, yang terdiri dari 93 bangunan permanen hasil pembangunan kurang dari satu tahun serta sejumlah sekolah rintisan aktif, sebagaimana dilansir dari Detikcom, Jumat (14/8/2026).
Program ini menyasar anak-anak dari keluarga paling tidak mampu untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa biaya. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia nantinya memiliki minimal satu Sekolah Rakyat.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembentukan Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis negara dalam mengembalikan hak belajar anak-anak kurang mampu demi masa depan yang lebih baik.
"Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).
Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama atau boarding school yang dilengkapi fasilitas tempat tinggal, sarana olahraga, tempat ibadah, ekosistem digital, serta jaminan makanan bergizi. Langkah ini diambil guna memutus rantai kemiskinan antargenerasi sekaligus memberikan program pemberdayaan kepada para orang tua murid.
"Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara kita, negara harus intervensi," ujarnya.
Di hadapan para anggota MPR, DPR, dan DPD, Prabowo memaparkan sejumlah raihan prestasi siswa Sekolah Rakyat, termasuk kemenangan tujuh siswa asal Makassar di Olimpiade Nasional Indonesia ke-15. Prestasi lain dicetak Ismi Ulfaida dari Polewali Mandar yang menjadi siswa Sekolah Rakyat pertama yang lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat nasional pada Upacara HUT ke-81 RI.
"Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberi kesempatan, diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi," jelasnya.
Acara tersebut juga dihadiri dua siswa Sekolah Rakyat, Muhammad Rizki Pratama asal Medan dan Citra Nur Ramadhani asal Pangkep. Prabowo sempat menceritakan kisah Citra yang hampir putus sekolah demi membantu ibunya yang penyandang disabilitas setelah ayahnya meninggal dunia.
"Sekolah Rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendiri. Citra pun kemarin berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten," tuturnya.
Momen pertemuan tersebut dimanfaatkan Citra untuk mengungkapkan kebahagiaannya dapat menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat dan bertemu langsung dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
"Pak Presiden sehat-sehat ya. Tunggu. Tunggu lihat aku dewasa nanti pakai sabuk hitam," katanya.
Prabowo menutup pertemuannya dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberikan dukungan penuh bagi anak-anak yang membutuhkan bantuan fasilitas pendidikan.
"Saudara-saudara sekalian, adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan," pungkasnya.