Pemerintah Targetkan 35 Ribu Koperasi Desa Selesai Akhir Agustus 2026

Share

Pemerintah menargetkan pembangunan 35 ribu unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) rampung pada akhir Agustus 2026 agar seluruh jaringan tersebut dapat resmi beroperasi pada September mendatang, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan kepastian tenggat waktu tersebut saat memberikan keterangan resmi di Gedung Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

"Koperasi Desa Merah Putih akan selesai 35 ribu, insyaallah di Agustus akhir, sehingga September bisa operasi," kata Menko Pangan Zulkifli Hasan, Jumat (14/8/2026).

Proyek pengembangan jaringan koperasi ini dipastikan berlanjut hingga tahun depan dengan target penambahan puluhan ribu desa lainnya. Pemerintah juga secara intensif melakukan evaluasi operasional, khususnya bagi unit yang berada di wilayah pergunungan.

"Nanti tahun depan akan dilanjutkan, tahun ini 35 ribu, tahun depan diperkirakan akan juga, kita bisa selesaikan 30 ribu sampai 35 ribu desa. Itu mengenai Koperasi Desa Merah Putih," tutur Zulhas.

Evaluasi penataan dan pembenahan tata kelola terus dijalankan guna memastikan seluruh fasilitas berjalan efisien sesuai dengan kondisi geografis wilayah masing-masing.

"Ada di sana-sini yang tidak tepat, tentu kita akan koreksi. Seperti pembangunan gunung-gunung, ada satu, dua, atau berapa banyak, kita, kita akan tertibkan," imbuhnya.

Pemerintah juga menegaskan bahwa kehadiran program KDKMP bukan dirancang untuk menggantikan atau mematikan mata pencaharian pelaku usaha warung kelontong di tingkat lokal. Koperasi bertindak sebagai infrastruktur penyaluran barang bersubsidi, bantuan pemerintah, serta penampung hasil pertanian warga.

"Tidak benar kalau ada isu warung-warung akan ditutup. Itu hoax yang sangat jahat. Tujuannya hanya ingin membuat masyarakat ribut," kata Zulhas usai membuka Seminar Nasional KDKMP di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (4/4).

Pembentukan KDKMP difokuskan sebagai langkah strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pedesaan sekaligus menekan angka kemiskinan nasional.

"Kita ingin terus berbuat baik agar kemiskinan berkurang, ekonomi desa bisa tumbuh, masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan," tuturnya.

Skema operasional lembaga ini diarahkan penuh untuk menyalurkan berbagai program kerakyatan dari pemerintah agar terdistribusi secara tepat sasaran.

"Semua nanti akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Kelurahan Merah Putih, maupun Koperasi Nelayan Merah Putih. Jadi ini bukan supermarket," kata Zulhas.

Di samping itu, integrasi antara warung kelontong milik warga dan pihak koperasi dibuka lebar guna membantu pemasaran produk lokal ke tingkatan yang lebih luas.

"Malah warung kelontong bisa menitipkan barangnya. Kalau ingin memasarkan produk ke seluruh Indonesia, juga bisa melalui Koperasi Desa. Karena sekali lagi, koperasi ini bukan warung dan bukan supermarket," lanjut Zulhas.

Masifnya pembangunan infrastruktur koperasi ini diproyeksikan mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja baru di seluruh pelosok desa.

"Koperasi ini akan menciptakan lapangan kerja. Koperasi dibangun secara besar-besaran agar dapat menyerap tenaga kerja di desa. Kalau satu koperasi mempekerjakan enam atau tujuh orang saja, dikalikan sekitar 80 ribu desa, maka hampir setengah juta orang bisa bekerja," terangnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author