Prabowo Subianto Menyapa Delapan Warga Penerima Program Pemerintah

Share

Presiden Prabowo Subianto menyapa delapan warga penerima manfaat program pemerintah secara langsung dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI pada Jumat (14/8/2026). Para tamu yang mengenakan pakaian adat tersebut menjadi representasi keberhasilan berbagai program seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Sebelum acara dimulai, Mensesneg Prasetyo Hadi telah menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan kejutan khusus dalam rangkaian pidato Presiden. Prasetyo pun mengimbau publik untuk menyimak tayangan secara penuh agar mendapatkan informasi yang utuh.

"Ada beberapa hal yang sudah disiapkan dan ada kejutan yang menurut saya sayang kalau hanya didengar dari potongan-potongan pemberitaan atau dari video-video pendek di media sosial," kata Prasetyo Hadi, Mensesneg.

Ia meminta masyarakat serta awak media mengikuti seluruh agenda pidato kenegaraan hingga penyampaian RAPBN dan Nota Keuangan.

"Karena itu, saya mengajak masyarakat dan rekan-rekan media untuk mengikuti seluruh rangkaian pidato Presiden secara utuh, baik pada sesi pagi maupun sesi penyampaian RAPBN dan Nota Keuangan pada siang hari. Apa kejutannya? Mari kita bersama-sama dengarkan langsung dari Bapak Presiden," ujar Prasetyo Hadi, Mensesneg.

Presiden Prabowo memanggil satu per satu tamu istimewa tersebut di sela pidatonya. Tokoh pertama yang diperkenalkan adalah Ketua Kelompok Tani asal Ngawi, Jawa Timur, bernama Joko Purnomo yang merasakan dampak penurunan harga pupuk.

"Hari ini hadir di tengah-tengah kita kita mengundang saudara Joko Purnomo, Bapak Joko ini Ketua Kelompok Tani dari Desa Purwasari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Prabowo menceritakan bahwa Joko berhasil meningkatkan frekuensi panen berkat dukungan sarana pertanian dari pemerintah.

"Pak Joko telah 20 tahun bertani air teknologi dan pupuk yang telah disediakan pemerintah. Ia sekarang bisa panen tiga kali setahun, dengan produktivitas 9 ton padi per hektare," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Presiden selanjutnya menyapa siswi kelas 6 SD asal Merauke, Papua Selatan, bernama Kristina Beno yang menerima manfaat dari program MBG.

"Hari ini hadir bersama kita Kristina Beno, siswi kelas 6 sekolah dasar dari Merauke, Papua Selatan. Kristina, terima kasih. Pertama kali kamu hadir di MPR ini? Suatu saat nanti, mungkin kamu duduk di atas sini," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Menurut Presiden, intervensi pemenuhan gizi melalui program tersebut berdampak positif pada ketekunan belajar siswa.

"MBG bantu Kristina menjadi lebih bugar, lebih fokus, dan lebih rajin hadir di sekolah," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan, Muhammad Risky Pratama (12), turut dipanggil. Risky yang pernah putus sekolah dan mengayuh sepeda menjual ikan kini dapat kembali mengenyam pendidikan.

"Salah satu siswanya adalah Muhammad Risky Pratama, usia 12 tahun, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan. Risky pernah mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual. Ia sempat putus sekolah dan belum lancar membaca serta menghitung," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Kisah serupa dialami Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Pelajar yang hampir berhenti sekolah karena membantu ibunya berjualan kacang tersebut berhasil meraih prestasi di bidang olahraga karate setelah masuk Sekolah Rakyat.

"Hadir pula Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan di Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika kelas 4 sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah wafat dan ibunya penyandang disabilitas.

Sekolah Rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendirian. Citra pun kemarin berhasil juara karate tingkat Kabupaten," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Dalam dialog singkat, Prabowo juga sempat memberikan selingan gurauan mengenai usia anak tersebut.

"Citra umurmu berapa? 10 tahun? Ya nanti, 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Selain anak sekolah, bantuan sosial pemerintah turut menyasar buruh harian asal Kabupaten Bogor bernama Susanah yang menerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

"Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar 700 Rupiah per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Penerima bansos ATENSI asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, Margarelitha Rohi (38), turut diperkenalkan sebagai warga yang mendapat bantuan pangan beras dan minyak goreng.

"Hadir pula Ibu Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sejak kecil ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan. Pada usia 38 tahun, ia masih berdagang serta merawat tantenya yang berusia 80 tahun. Bantuan Sosial ATENSI berupa beras dan minyak menjadi penopang keluarganya," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Program perbaikan hunian melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dirasakan oleh Thelma Humena asal Kota Manado yang rumah perbaikannya berhasil dituntaskan.

"Hadir bersama kita hari ini ibu Thelma Humena dari Kota Manado. Rumahnya dahulu memiliki fondasi rapuh, dinding, lantai, dan atap yang rusak. Melalui BSPS, keluarganya dapat memperbaiki rumah itu," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Tamu terakhir yang diperkenalkan adalah Andre Kawaru, seorang pedagang kelinci asal Samarinda yang berhasil memiliki tempat tinggal lewat KPR Subsidi FLPP.

"Hadir pula Bapak Andre Kawaru dari Samarinda. Ia berdagang kelinci dari satu pasar malam ke pasar malam lain dan bertahun-tahun hidup di rumah kontrakan. Melalui KPR Subsidi FLPP, Pak Andre kini memiliki rumah sendiri," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Presiden menutup pengenalan jajaran tamu tersebut dengan menegaskan arti penting kepemilikan hunian bagi masyarakat bawah.

"Bagi keluarga Pak Andre dan jutaan rakyat Indonesia, rumah bukan sekadar aset. Rumah adalah ketenangan, martabat, dan masa depan," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author