Sekjen Partai Koalisi Pemerintah Evaluasi Dua Tahun Kinerja Kabinet

Share

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono mendampingi para sekretaris jenderal partai politik koalisi pendukung pemerintah dalam agenda silaturahmi kebangsaan pada Kamis (13/8/2026) malam. Pertemuan tersebut menjadi momentum evaluasi bersama perjalanan hampir dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Agenda yang berlangsung dalam suasana makan malam tersebut dihadiri oleh perwakilan dari belasan partai politik anggota Koalisi Indonesia Maju. Di antaranya yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, Partai Demokrat, PAN, PKS, Partai NasDem, PSI, PBB, Partai Gelora, Partai Garuda, dan PRD.

Sugiono menuturkan bahwa forum tersebut dilaksanakan untuk mempererat jalur komunikasi antarpartai serta menyambut peringatan hari kemerdekaan.

"Pertemuan ini merupakan silaturahmi yang selama ini belum sempat dilakukan. Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk menyambut hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka," kata Sugiono, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.

Langkah konsolidasi ini dinilai Sugiono sangat penting guna menjaga keselarasan jajaran partai koalisi dalam mendukung efektivitas jalannya Kabinet Merah Putih.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengonfirmasi bahwa tidak ada pembahasan agenda khusus yang mendesak dalam ajang silaturahmi tersebut.

"Ya, sebenarnya pertemuan semalam enggak ada agenda yang sangat khusus, enggak ada. Pertemuan semalam itu hanya silaturahmi saja, silaturahim antar sekjen partai koalisi," kata Muhammad Sarmuji, Sekretaris Jenderal Partai Golkar.

Sarmuji menjelaskan bahwa para sekjen partai memanfaatkan momentum menjelang peringatan kemerdekaan untuk mendiskusikan pencapaian serta ruang perbaikan bagi kinerja pemerintah.

"Kita mendiskusikan sekaligus merefleksikan menjelang 17-an, apakah langkah-langkah yang sudah kita lakukan di dalam koalisi, langkah-langkah pemerintah, sudah mendekatkan pada cita-cita kemerdekaan? Apakah masih ada yang perlu kita koreksi ke depan, sehingga cita-cita kemerdekaan makin lama makin dekat dan rakyat Indonesia makin sejahtera? Itu saja, enggak ada yang khusus," kata Sarmuji.

Meski diwarnai pertukaran gagasan seputar dinamika politik nasional, Sarmuji menegaskan belum ada pembahasan teknis terkait kontestasi politik mendatang.

"Oh, enggak ada, enggak ada (bahas pilpres), cuma ya sekadar, ya, namanya obrolan politik, nyinggung-nyinggung politik sedikit ada. Tetapi pembahasan yang khusus enggak ada, belum ada. Mungkin dalam pertemuan selanjutnya," ujar Sarmuji.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author