Dua Wakil Indonesia Tersingkir dari Babak Pertama Singapore Open 2026
Dua wakil bulu tangkis Indonesia langsung menelan kekalahan pada babak pertama turnamen Singapore Open 2026 di Singapore Indoor Stadium, Singapura, pada Selasa, 26 Mei 2026.
Pasangan ganda campuran non-pelatnas, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, takluk dari unggulan keempat asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, dengan skor 18-21 dan 19-21.
Hasil minor tersebut memupus harapan Rehan/Gloria yang baru saja melakoni laga comeback internasional setelah Rehan absen lama akibat cedera lutut sejak Agustus tahun lalu.
Sebelum bertanding, ganda campuran Indonesia ini sebenarnya mengusung misi besar untuk mengembalikan performa terbaik mereka di panggung dunia.
"Alhamdulillah bisa kembali lagi ke sini, comeback di pertandingan internasional," kata Rehan Naufal Kusharjanto dalam keterangan tertulis PBSI.
Rehan mengakui bahwa proses pemulihan cedera yang dilaluinya tidak mudah sehingga ia hanya mencoba tampil tanpa beban.
"Memang jalannya tidak mudah buat saya, jadi saya mencoba untuk lebih enjoy, mencoba untuk menikmati pertandingan pertama dulu," imbuhnya.
Pemain berusia 26 tahun tersebut juga menceritakan peran besar dari lingkungan sekitarnya selama masa-masa sulit pascacedera lutut di Macau Open.
"Saya terus mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat. Dari keluarga, pelatih, fisio dan rekan-rekan. Mereka selalu mengingatkan tujuan saya recovery untuk apa," ungkap Rehan.
Dukungan moral yang terus mengalir tersebut menjadi faktor utama yang mendongkrak motivasinya untuk kembali berkompetisi.
"Mereka juga selalu menguatkan mental saya yang membuat saya lebih ekstra, lebih semangat lagi untuk bangkit," tuturnya.
Rehan menambahkan bahwa seluruh anggota tim Indonesia sejatinya tidak menghadapi kendala berarti terkait adaptasi arena pertandingan.
"Saya, kak Gloria dan kita semua tim Indonesia kan sudah sering main di sini jadi tidak ada yang terlalu berbeda kondisinya." ujar Rehan.
Sesi latihan di Singapura dimanfaatkan oleh tim untuk memantangkan akurasi pukulan.
"Adaptasi juga tidak terlalu sulit, tadi coba lebih meningkatkan feeling-feeling-nya," tandas Rehan.
Sementara itu, pasangan Gloria Emanuelle Widjaja mengaku sangat gembira melihat perkembangan pemulihan cedera yang ditunjukkan oleh rekannya.
"Tentunya senang karena melihat progres Rehan yang sangat baik dan cepat recovery-nya. Kami memang mau kembali dan punya performa bagus di lapangan," ujar Gloria.
Gloria menegaskan bahwa target utama mereka dalam turnamen berhadiah total 1 juta dolar AS ini adalah menampilkan permainan maksimal.
"Hasil nomor sekian, setidaknya kami mau performa yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan dukungan penuh yang kami dapat, kami juga ingin membuktikan dengan kasih yang terbaik." kata Gloria.
Pemain senior ini merasa masih memiliki tanggung jawab profesional yang harus dituntaskannya bersama Rehan.
"Saya merasa ada misi yang belum selesai dengan Rehan jadi saya bilang, ayo kita selesaikan ini dengan baik," jelasnya.
Selain sektor ganda campuran, pil pahit juga harus ditelan oleh sektor ganda putri Indonesia melalui kekalahan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Amallia/Fadia dipaksa menyerah oleh pasangan unggulan pertama asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, lewat permainan dua gim langsung dengan skor kembar 15-21 dan 15-21.
Kekalahan ini membuat rekor pertemuan Amallia/Fadia dengan Liu/Tan menjadi 0-2 setelah sebelumnya juga kalah di Kejuaraan Ganda Asia 2026.
Pasca-kegagalan di Singapura, ganda putri Indonesia tersebut langsung mengalihkan fokus mereka untuk turnamen berikutnya.
“Setelah ini fokus kami ke Indonesia Open minggu depan, pastinya persiapannya dimatangkan lagi terutama dari teknik permainan,” ungkap Tiwi dikutip dari PBSI.
Rekan duetnya, Fadia, menjelaskan bahwa laju bola yang cepat di lapangan memaksa mereka untuk menerapkan strategi bermain menyerang.
“Sama-sama nggak mau main defense jadi dari awal sampai terakhir pun terus berusaha buat selalu menurunkan bola. Kami juga secepat mungkin beradaptasi dengan situasi,” ungkap Fadia.
Fadia menilai karakteristik permainan sang lawan sangat berbeda dan menyulitkan jika dibandingkan dengan wakil China lainnya.
“Menurut Fadia Liu/Tan merupakan pasangan yang sangat sulit ditebak pola permainannya dibandingkan dengan ganda asal China lainnya.” tulis Antara dalam laporannya.
Kombinasi permainan lawan dinilai memiliki keunggulan tersendiri yang menyulitkan pertahanan Indonesia.
“Kekuatan Liu/Tan selain mereka memang sudah sangat padu adalah gaya dan pola main mereka yang mirip ganda putra,” imbuhnya.