Terminal Kalideres Gelar Lomba Tarik Bus Sambut HUT Ke-81 RI

Share

Pengelola Terminal Kalideres di Jakarta Barat menggelar perlombaan unik tarik bus dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, seperti dilansir dari Detikcom pada Jumat (14/8/2026).

Ajang yang melibatkan 20 orang dalam satu tim ini mengharuskan peserta menarik armada bus dari garis awal hingga garis akhir secepat mungkin. Kegiatan ini diperuntukkan bagi para pekerja operasional bus, pegawai dinas, hingga pedagang di area terminal.

Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, menjelaskan bahwa ide lomba ini muncul dari rutinitas harian jajarannya yang senantiasa bersentuhan dengan moda transportasi bus antarkota.

"Ide awal kami sehari-harinya berkecimpung di layanan bus ya, angkutan antarkota antarprovinsi maupun antarkotanya, jadi memang sehari-harinya kita berhubungan dengan bus. Karena kan untuk tarik tambang kan umum ya, hampir di seluruh Indonesia mengadakan lomba tarik tambang. Tapi tidak semua tempat bisa mengadakan lomba tarik bus," kata Prasetyo, Kepala Terminal Kalideres.

Pihak penyelenggara menentukan pemenang berdasarkan catatan waktu terbaik saat armada bus ditarik lintasan lomba.

"Jadi kita akan memulai dari garis start sampai garis finis. Tim ini akan menarik bus dari garis start sampai garis finis. Ntar akan kita hitung kecepatan mereka itu berapa lama. Nanti yang paling cepat itulah yang akan kita pilih untuk juara satu dan juara dua," ujarnya Prasetyo, Kepala Terminal Kalideres.

Dua jenis armada disiapkan untuk ajang ini, yakni bus berukuran sedang dan besar. Pihak panitia juga menyediakan perlengkapan perlindungan tangan guna mencegah cedera para peserta.

"Kalau bobot beratnya kita akan cek lagi. Saya nggak bisa mengira-ngira, tapi kalau bus besar itu kan untuk umum ya. Yang pasti untuk bus sedang bobotnya lebih ringan dari bus besar," jelasnya Prasetyo, Kepala Terminal Kalideres.

Sektor peserta mencakup jajaran karyawan armada bus, awak agen, hingga petugas keamanan dan kebersihan di lingkungan terminal.

"Pesertanya ada dari karyawan PO bus, ada dari agen PO bus, ada pegawai dinas perhubungan, ada pedagang asongan, dan ada petugas kebersihan. Laki-laki dan perempuan," ucapnya Prasetyo, Kepala Terminal Kalideres.

Panitia memanfaatkan tali tambang biasa beserta sarung tangan pelindung untuk seluruh peserta lomba.

"Untuk nariknya kita sudah siapkan tali tambang dan alat pengaman tangan seperti sarung tangan. Jadi nanti kita kasih sarung tangan untuk menghindari luka lecet," imbuhnya Prasetyo, Kepala Terminal Kalideres.

Acara yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026 ini memperebutkan hadiah berupa paket bahan pokok bagi pemenang utama dan tempat kedua.

"Untuk hadiah yang kita siapkan itu sembako untuk para pemenang. Baik juara satu maupun juara dua.

Perhelatan tahunan yang sudah memasuki edisi kedua sejak 2025 ini diawali dari aspirasi para pengemudi bus yang menginginkan nuansa perlombaan berbeda.

"Jadi gini, kita punya ide tuh kalau lomba tarik tambang tuh udah relatif ya dari zaman ke zaman. Makanya kita di sini kan mainnya transportasi. Jadi rekan-rekan terminal ini inisiatif mencoba mencari nuansa baru tarif bus dan disetujui," kata Alfian, Panitia Lomba Tarik Bus.

Inisiatif tersebut langsung mendapat respons positif dari kalangan pekerja transportasi terminal.

"'Bang, cari yang lain, Bang. Kita kan di sini bus banyak, kenapa nggak tarik bus'. Itulah yang membuat daya tarik," lanjutnya Alfian, Panitia Lomba Tarik Bus.

Jumlah pendaftar pada penyelenggaraan kali ini tercatat mengalami peningkatan dibandingkan edisi sebelumnya.

"Alhamdulillah tahun ini lebih banyak sopir, tadi kan udah mau semua," ujarnya Alfian, Panitia Lomba Tarik Bus.

Para peserta dibebaskan mengenakan pakaian maupun seragam instansi masing-masing saat bertanding.

"Dari tahun ke tahun kita tetap bebas, ada pakaian dari PO, ada yang dari dinas kebersihan, dinas perhubungan. Insyaallah tahun depan kita adakan pakai baju kemerdekaan," imbuhnya Alfian, Panitia Lomba Tarik Bus.

Antusiasme turut dirasakan oleh Mai, salah seorang pengemudi bus yang mendaftarkan diri untuk pertama kalinya dalam ajang ini.

"Ya unik aja, lumayan rame meriah," kata Mai, Sopir Bus.

Bagi Mai, keikutsertaannya murni untuk meramaikan suasana perayaan kemerdekaan tanpa memprioritaskan hadiah.

"Hadiah kan semua hadiah Agustusan mah udah pada tau hadiah. Ya memeriahkan namanya memeriahkan nggak terlalu orientasi ke hadiah," lanjutnya Mai, Sopir Bus.

Ia berniat menjajal kekuatannya pada perlombaan yang digelar Minggu, 16 Agustus 2026 mendatang.

"Nggak, kemarin mah nggak ikut. Ya mau nyoba, barangkali rame, kuat," ujarnya Mai, Sopir Bus.

Pengalaman menarik bus dipandang sebagai hal baru yang jauh berbeda dari kompetisi tradisional pada umumnya.

"Ya beda aja, namanya bus. Kalau tarik tambang kan udah pada tahu. Kalau tarik bus kan rada aneh lah, rada baru lah," tuturnya Mai, Sopir Bus.

Meskipun menyadari besarnya beban armada yang harus ditarik dari arah depan, Mai mengaku siap bertanding.

"Ikutnya mah sanggup, cuma ketarik nggaknya mah nggak tahu. Kalau narik dari depan kan kayaknya mah bebannya lebih berat," imbuhnya Mai, Sopir Bus.

Rasa tertarik senada juga disampaikan oleh pengemudi lain bernama Dodo setelah mendengarkan pengumuman resmi di area Terminal Kalideres.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author