Bambang Soesatyo Apresiasi Capaian Perekonomian Pemerintahan Prabowo

Share

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo memberikan apresiasi atas keberhasilan arah pembangunan nasional yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Prabowo memaparkan indikator perekonomian nasional yang tumbuh 5,45 persen pada semester I 2026 dan realisasi investasi sebesar Rp1.010 triliun yang menyerap 1,4 juta tenaga kerja. Capaian ini melengkapi investasi tahun 2025 senilai Rp1.931 triliun.

"Pidato Presiden Prabowo menunjukkan bahwa pemerintahan telah bekerja dengan arah dan target yang semakin jelas, yaitu membangun kemandirian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat. Di tengah ketidakpastian geopolitik, perang dagang, perubahan rantai pasok dan tekanan ekonomi dunia, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan dan menarik investasi. Ini patut diapresiasi," ujar Bambang Soesatyo, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar.

Apresiasi tersebut diiringi dengan penekanan pentingnya pemerataan hasil pembangunan ekonomi agar dampak positifnya terasa langsung hingga ke masyarakat lapisan bawah.

"Namun, capaian angka tersebut harus terus diimplementasikan menjadi manfaat yang terasa sampai ke seluruh lapisan masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya beli, penguatan kelas menengah, dan pemerataan pembangunan di seluruh daerah," kata Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI ke-15.

Di sektor pertanian, Indonesia berhasil meraih swasembada pada delapan komoditas pangan utama dalam rentang satu tahun, yang didukung pemangkasan 145 regulasi penyaluran pupuk serta penurunan harga pupuk sebesar 20 persen.

"Swasembada pangan merupakan fondasi kedaulatan negara. Ketika Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya dari produksi sendiri, kita memiliki ketahanan yang jauh lebih kuat menghadapi gejolak dunia. Pemerintah juga perlu memastikan harga hasil panen tetap menguntungkan petani. Jangan sampai produktivitas meningkat, tetapi petani justru kehilangan margin keuntungan karena tingginya biaya distribusi, permainan tengkulak atau lemahnya rantai pasok," kata Bambang Soesatyo, Wakil Ketua Umum Golkar.

Pada kuartal I 2026, laju pertumbuhan ekonomi menyentuh 5,61 persen, mengukuhkan rekor pencapaian tertinggi pada triwulan pertama dalam kurun waktu 13 tahun terakhir.

"Saya sepakat dengan penekanan Presiden bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi merupakan sarana penting untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Angka pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti tanpa diikuti dengan pekerjaan yang layak, pendapatan yang meningkat dan biaya hidup yang terkendali. Karena itu, pemerintah perlu terus memperkuat industri nasional, hilirisasi, UMKM, ekonomi kreatif dan sektor padat karya agar pertumbuhan yang kita capai semakin berkualitas dan dirasakan secara luas," kata Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI ke-20.

Di samping itu, efisiensi tata kelola negara dilakukan melalui restrukturisasi BUMN oleh Danantara dengan penutupan 290 BUMN yang memangkas biaya operasional hingga Rp50 triliun, sementara dividen BUMN tahun 2025 melonjak 67 persen menjadi Rp142,3 triliun.

"Reformasi BUMN merupakan langkah yang berani dan penting karena terlalu banyak perusahaan negara yang tidak produktif justru dapat membebani keuangan negara. BUMN harus diisi oleh perusahaan yang sehat, profesional, produktif dan mampu menciptakan nilai tambah. Namun, restrukturisasi juga harus dijalankan secara transparan, akuntabel dan profesional agar tujuan akhirnya benar-benar meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian dan penerimaan negara," kata Bambang Soesatyo, Wakil Ketua Umum Polhukam KADIN Indonesia.

Sidang Paripurna ini turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-7 Joko Widodo, para mantan Wakil Presiden, pimpinan lembaga tinggi negara, serta jajaran menteri kabinet.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author