Prabowo Dorong Perhitungan Insentif Motor Listrik Nasional
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan percepatan proses elektrifikasi kendaraan rakyat demi menekan alokasi subsidi bahan bakar minyak secara signifikan dalam Penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), dilansir dari Detikcom. Pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem kendaraan ramah lingkungan melalui pemberian insentif besar bagi produsen dalam negeri yang mampu memenuhi target manufaktur massal. "Tadi saya sebut kita akan percepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat.
Subsidi BBM harus kita kurangi secara signifikan. Untuk itu, pemerintah yang saya pimpin kemarin telah meluncurkan ekosistem motor listrik nasional," kata Prabowo.
Skema insentif ditujukan untuk industri lokal yang berhasil menembus kapasitas produksi hingga skala besar demi menopang efisiensi energi nasional.
"Selain itu, hari ini kita umumkan, kita akan beri insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun 1 juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," ujarnya. Pengembangan industri kendaraan bermotor roda dua berbasis baterai ini dirancang untuk memberikan dampak simultan pada perekonomian serta ketahanan energi nasional.
"Kebijakan ini mempunyai tiga tujuan sekaligus: menurunkan biaya kendaraan untuk rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajualnya," imbuhnya. Ketersediaan bahan baku baterai yang melimpah di dalam negeri menjadi modal utama Indonesia dalam menguasai rantai pasok kendaraan listrik dari hulu ke hilir.
"Setiap motor listrik buatan anak-anak Indonesia yang berjalan di jalan raya adalah tiga kemenangan sekaligus. Pertama, penghematan bagi rakyat, penghematan bagi keluarga mereka. Kita perkirakan mereka akan membayar 50% lebih rendah dari pengeluaran yang mereka lakukan sekarang untuk motor BBM.
Bahkan bisa nanti hanya 30 persen dari biaya yang mereka keluarkan sekarang. Lalu pengurangan impor energi dan lapangan pekerjaan bagi anak-anak Indonesia," ujarnya. Sebelum pengumuman insentif tersebut, Kepala Negara telah meresmikan peluncuran ekosistem motor listrik nasional (molinas) buatan PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Kamis, tanggal 13 Agustus 2026, secara resmi saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung," kata Prabowo.
Inisiatif pembuatan kendaraan listrik komersial ini diinisiasi oleh PT Indika Energy Tbk melalui kemitraan sektor swasta.
Fasilitas manufaktur di Cikarang tercatat telah mendistribusikan sekitar 20 ribu unit motor listrik, dan pemerintah berjanji akan memberikan dukungan penuh jika produksi berhasil menembus angka 200 ribu unit.