Pekanbaru Raih Peringkat I Riau Investment Award 2026
Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil menyabet Penghargaan Peringkat I ajang Riau Investment Award 2026 atas capaian realisasi investasi terbesar periode Januari hingga Juni 2026. Penghargaan tersebut diterima Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin di Ballroom Dang Merdu BRK Syariah pada Jumat (14/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Capaian investasi Pekanbaru sepanjang Semester I 2026 menembus Rp7.352.577.147.806 atau sekitar Rp7,35 triliun. Angka ini melampaui target nasional dari BKPM sebesar Rp4,71 triliun dengan persentase mencapai 156,02 persen.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan daerahnya dalam melampaui target investasi nasional tersebut.
"Alhamdulillah, target investasi kita di Semester I tidak hanya tercapai, tetapi jauh melampaui target nasional. Ini adalah bukti nyata bahwa iklim investasi di Pekanbaru sangat sehat dan mendapat kepercayaan penuh dari para pemodal," kata Agung.
Pemerintah daerah mengupayakan kemudahan bagi para pemodal guna terus mendongkrak pertumbuhan ekonomi kota.
"Komitmen kami adalah memberikan karpet merah bagi investasi yang membawa dampak positif bagi ekonomi daerah. Kemudahan berusaha terus kita tingkatkan secara konsisten, salah satunya melalui implementasi aplikasi perizinan digital terpadu yang membuat seluruh proses administrasi dan perizinan menjadi jauh lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh investor," tegas Agung.
Inovasi pelayanan dan kesiapan infrastruktur publik menjadi fokus utama pemerintah kota untuk merespons arus modal global.
"Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen pemerintah kota dan kolaborasi yang baik dengan masyarakat. Ke depan, kita akan terus memastikan infrastruktur pelayanan publik kita mampu merespons dinamika investasi global dengan sigap," imbuhnya.
Sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi realisasi investasi Pekanbaru dengan nilai Rp6.115.613.409.300 dari 7.286 proyek. Penyerapan tenaga kerja sektor PMDN mencapai 5.283 TKI dan 7 TKA.
Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp1.236.963.738.506 dari 451 proyek dengan menyerap 638 TKI dan 1 TKA. Pertumbuhan investasi menunjukkan lonjakan pesat dari Triwulan I sebesar Rp2,55 triliun menjadi Rp4,79 triliun pada Triwulan II.