17 Rekomendasi Film Perjuangan Indonesia Terbaik untuk Ditonton
Published
·
3 Reads
Mengenang sejarah perjuangan bangsa tidak hanya bisa dilakukan lewat buku pelajaran, tetapi juga melalui karya seni sinematik yang menggugah emosi. Film bertema perjuangan hadir untuk menghidupkan kembali dinamika, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menjelang momen peringatan Hari Kemerdekaan, menonton film sejarah bersama keluarga menjadi cara yang sangat tepat untuk memupuk rasa nasionalisme dan mengapresiasi jasa para pendahulu kita. Berikut adalah 17 rekomendasi film perjuangan Indonesia terbaik yang wajib masuk ke dalam daftar tontonan Anda!
- Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018) — Mengisahkan perjuangan Sultan Agung Hanyakrakusuma dari Kesultanan Mataram dalam menyatukan tanah Jawa dan menentang ekspansi VOC Belanda. Di tengah perjuangan politik dan militer, ia juga harus mengorbankan cinta pribadinya demi kepentingan bangsa.
- Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon (2016) — Film aksi yang mengangkat dedikasi para prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda saat menjalankan misi menjaga perdamaian PBB di Lebanon. Film ini tidak hanya menampilkan konflik fisik di medan perang, tetapi juga sisi kemanusiaan para prajurit.
- Di Balik 98 (2015) — Mengambil latar belakang peristiwa sejarah Reformasi 1998, film ini menceritakan kekacauan politik dan sosial saat kejatuhan era Orde Baru dari sudut pandang aktivis mahasiswa serta dampaknya terhadap keluarga prajurit militer.
- Hamka & Siti Raham Vol. 2 (2023) — Melanjutkan kisah perjuangan Buya Hamka pasca-proklamasi kemerdekaan. Di tengah Agresi Militer Belanda, Buya Hamka turun ke medan gerilya di Sumatera Barat untuk menyatukan masyarakat, sementara sang istri setia mendampingi dan menjaga keluarga.
- Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) — Dibintangi Reza Rahadian yang memerankan H.O.S. Tjokroaminoto, pahlawan nasional yang mengorbankan latar belakang bangsawannya untuk membela hak-hak rakyat jelata dan mendirikan Sarekat Islam guna melawan penderitaan akibat sistem Tanam Paksa.
- Battle of Surabaya (2015) — Sebuah film animasi sejarah berkelas internasional yang berfokus pada peristiwa heroik Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Dilihat dari sudut pandang Musa, seorang anak pemuda kurir pesan rahasia bagi para pejuang.
- Kadet 1947 (2021) — Terinspirasi dari peristiwa nyata Agresi Militer Belanda I tahun 1947, film ini mengisahkan sekelompok pemuda taruna (kadet) Angkatan Udara yang nekat menjalankan misi serangan udara rahasia ke markas Belanda meski belum memiliki izin resmi.
- Perburuan (2019) — Diadaptasi dari novel legendaris karya Pramoedya Ananta Toer, film ini menceritakan kisah Hardo (Adipati Dolken), mantan komandan PETA yang menjadi buronan tentara Jepang sambil menghadapi kepahitan atas pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya.
- Jenderal Soedirman (2015) — Mengangkat kisah gigih Panglima Besar Jenderal Soedirman yang memimpin perang gerilya melawan Agresi Militer Belanda II. Meskipun dalam kondisi sakit paru-paru parah, kepemimpinan dan keteguhan hatinya mampu menumbangkan strategi musuh.
- Merah Putih (2009) — Bagian pertama dari Trilogi Merdeka yang menceritakan sekumpulan kadet tentara dengan berbagai latar belakang suku dan agama yang bersatu berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serangan Belanda pada tahun 1947.
- Darah Garuda (2010) — Sekuel dari Merah Putih, melanjutkan perjuangan para kadet yang selamat dari pembantaian. Mereka melancarkan perang gerilya di pedalaman Jawa sambil mengatasi benturan konflik internal akibat perbedaan latar belakang di antara mereka.
- Hati Merdeka (2011) — Penutup dari Trilogi Merdeka yang melanjutkan misi gerilya para pejuang hingga ke Bali. Mereka harus menyelesaikan misi membalas dendam sekaligus menuntaskan perjuangan kemerdekaan di tengah kehilangan kawan seperjuangan.
- Soekarno: Indonesia Merdeka (2013) — Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film biopik ini mengulas perjalanan hidup sang Proklamator, Soekarno (Ario Bayu), mulai dari masa kecilnya hingga momen-momen krusial menjelang detik-detik Pembacaan Teks Proklamasi 1945.
- Sang Kiai (2013) — Menceritakan perlawanan ulama besar KH Hasyim Asy'ari dan para santrinya di Jawa Timur terhadap pendudukan Jepang yang melarang praktik keagamaan, yang pada akhirnya memicu pengerahan massa dalam pertempuran mempertahankan kemerdekaan.
- Soegija (2012) — Mengambil sudut pandang Mgr. Soegijapranata, Uskup pribumi pertama di Indonesia. Film ini menggambarkan perjuangan diplomasi dan kemanusiaan di tengah kecamuk perang kemerdekaan antara tahun 1940 hingga 1949.
- Kartini (2017) — Mengisahkan perjuangan Raden Adjeng Kartini dalam mendobrak tradisi dan memperjuangkan kesetaraan hak serta pendidikan bagi kaum perempuan Indonesia di masa penjajahan Belanda.
- Bumi Manusia (2019) — Diangkat dari karya masterpiece Pramoedya Ananta Toer, mengisahkan Minke (Iqbaal Ramadhan), seorang pemuda pribumi terpelajar yang memperjuangkan hak-hak bangsa bumiputera melalui tulisan dan pemikiran di tengah diskriminasi era kolonial.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author