Diskominfo Tangsel Kolaborasi Pemanfaatan AI di Lingkungan Pesantren

Share

Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggandeng Forum Silaturahmi Pondok Pesantren untuk memperkuat literasi digital. Sinergi ini difokuskan pada pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI di lembaga pendidikan keagamaan, seperti dilansir dari Detikcom.

Kepala Diskominfo Tangsel TB Asep Nurdin menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah. Langkah tersebut bertujuan memastikan pemerataan akses serta kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi era digital.

"Kerja sama ini bertujuan memperkuat transformasi digital di lingkungan pesantren melalui penyediaan layanan internet gratis yang andal serta program peningkatan kapasitas digital bagi para santri. Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, termasuk pesantren, memperoleh akses dan kesempatan yang sama dalam menghadapi era digital," ujar Asep dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).

Penandatanganan nota kesepahaman diselenggarakan di Aula Al-Urwatul Wutsqa, Pondok Pesantren Al-Amanah Al-Gontory, Parigi Baru, Pondok Aren, Kamis (30/7/2026).

Kerja sama strategis ini dirancang guna mencapai target spesifik, mulai dari perluasan sarana infrastruktur hingga pembentukan ekosistem digital yang inklusif.

"Tujuan dari kerja sama ini mencakup penyediaan akses internet gratis bagi seluruh pesantren di Kota Tangerang Selatan sebagai sarana pembelajaran, dakwah, dan pengembangan inovasi. Selain itu, kami ingin meningkatkan literasi digital para santri agar mampu menggunakan teknologi secara cerdas, produktif, aman, dan bertanggung jawab, serta mendorong lahirnya santri yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi, kewirausahaan digital, dan ekonomi kreatif," jelasnya.

Program kolaborasi ini turut diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem digital. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan mewujudkan Smart City Tangerang Selatan.

Implementasi program di pemda diharapkan dapat menaikkan indeks literasi digital masyarakat. Selain itu, langkah ini diproyeksikan mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045 serta menggerakkan ekonomi digital berbasis nilai keislaman.

Guna merealisasikan target tersebut, sepuluh pilar program aksi konkret telah disiapkan untuk diterapkan di lapangan.

"Program kolaborasi ini meliputi penyediaan layanan internet gratis di seluruh pesantren, pelatihan literasi digital, pelatihan keamanan siber, pelatihan pemasaran digital atau digital marketing, pelatihan Artificial Intelligence (AI) untuk pendidikan dan usaha, pelatihan pembuatan konten kreatif, pelatihan UMKM digital, pendampingan transformasi digital pesantren, kompetisi inovasi digital antar-santri, hingga pembentukan komunitas Santri Digital Tangerang Selatan," tuturnya.

Inisiatif ini ditegaskan sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam meratakan pemanfaatan teknologi di sektor pendidikan agama.

"Pesantren adalah bagian penting dari ekosistem pendidikan di Tangsel agar santri dan pengasuh tidak tertinggal pemanfaatan AI secara aman," tegas Asep.

"Melalui sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah dan jejaring pondok pesantren ini, Tangerang Selatan optimistis dapat menjadi pelopor transformasi digital yang inklusif serta menempatkan pesantren sebagai pusat peradaban modern yang siap menghadapi era masyarakat digital," pungkasnya.

Agenda penandatanganan ini dihadiri oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, unsur Forkopimda, serta perwakilan pimpinan organisasi keagamaan Islam setempat.

Acara dirangkaikan dengan seminar implementasi kecerdasan buatan yang dipandu moderator Irfandi Ahmad. Pakar teknologi informasi Onno W. Purbo hadir sebagai narasumber utama untuk mengulas potensi dan batasan etis penggunaan teknologi modern.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author