Siswa SMK di Kupang Menikam Guru Karena Kesal Sering Diejek

Share

Seorang siswa berinisial A (16) nekat menikam gurunya, Soleman Malo alias Eman (27), di asrama SMK Pelayaran, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (12/8) malam.

Aksi penyerangan tersebut dipicu oleh rasa sakit hati pelaku lantaran sering dihina dengan sebutan kampungan oleh korban. Dilansir dari Detikcom, peristiwa penusukan tersebut dikonfirmasi oleh aparat kepolisian setempat.

"Pelaku sering disebut kampungan, singgung orang tua dan kampung halamannya di Alor sehingga hal itu membuatnya sakit hati," ungkap Kapolsek Kota Lama AKP Zainal Arifin Abdurahman kepada detikBali, Jumat (14/8/2026).

Aksi penikaman itu dilakukan A saat korban sedang tertidur nyenyak di salah satu kamar asrama. Akibat serangan mendadak itu, Eman mengalami luka robek berat di kepala bagian atas hingga mendapat 11 jahitan serta luka di kepala bagian kiri yang membutuhkan 13 jahitan.

Pelaku merupakan pelajar jurusan Nautika Kapal Niaga di SMK Pelayaran Lasiana dan baru dua tahun menetap di Kota Kupang setelah menamatkan pendidikan SMP di Kabupaten Alor. Selama menempuh pendidikan, A tinggal di kos Jalan Anggrek, Bimoku, sementara beberapa rekannya memilih menetap di asrama.

"Pelaku mengaku kalau ia dan beberapa rekannya sudah lama memendam rasa sakit hati akibat perkataan korban yang sering merendahkan mereka," terang Arifin.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan intensif dengan memeriksa sejumlah saksi dari unsur siswa, guru, pelaku, maupun korban. Meski A telah mengakui perbuatannya, polisi masih mengumpulkan alat bukti tambahan di lapangan.

"Tetapi pisau yang digunakan untuk menikam korban itu kami masih cari karena, setelah kejadian, pelaku kabur dan membuangnya," tutur Arifin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author