Bupati Ipuk Serap Aspirasi Warga Lewat Gesah Bareng Ambi Bupati

Share

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat melalui program Gesah Bareng Ambi Bupati. Seperti dilansir dari Detikcom, forum tersebut menjadi sarana bagi petani, nelayan, peternak, hingga pelaku perkebunan untuk menyampaikan berbagai kendala dan usulan secara bertatap muka.

Pertemuan perdana yang berlangsung di Pendopo Sabha Swagata Blambangan tersebut mendapat respons antusias dari ratusan warga. Berbagai isu strategis disampaikan dalam dialog tersebut, mencakup hilirisasi hasil pertanian, perluasan akses pasar, distribusi telur dan susu, batasan zonasi tangkap nelayan, hingga tata kelola sektor kopi.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pangan daerah. Menurutnya, upaya peningkatan kesejahteraan pelaku usaha pangan harus dibarengi dengan pengembangan hilirisasi serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Guna memastikan setiap aspirasi tertangani, Ipuk menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera memetakan permasalahan yang ada. Langkah ini diambil agar rantai pasok produk lokal semakin kuat dan mampu diserap pasar secara optimal.

Ipuk menjelaskan bahwa forum dialog ini dirancang khusus untuk memotong jalur birokrasi antara pemerintah dan warga. Dengan komunikasi langsung, penanganan masalah di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

"Tujuannya mendekatkan pemerintah dengan masyarakat dan mendengar langsung persoalan mereka. Saya ajak jajaran teknis untuk menindaklanjuti. Jadi bagi saya ini pertemuan yang efektif, mendengar langsung dari masyarakat dan mengeksekusinya bersama," kata Ipuk.

Program dialog terbuka ini dijadwalkan berlangsung secara berkala setiap hari Jumat pada pekan kedua dan keempat setiap bulannya. Setiap agenda akan mengusung topik pembahasan yang berbeda agar masyarakat dapat menyampaikan ide maupun keluhan secara berkesinambungan.

Dalam forum tersebut, alumni program Jagoan Tani 2022 sekaligus pengusaha susu, Rahmat, menyampaikan harapannya agar pendampingan bagi para peserta dapat terus berlanjut secara konsisten.

"Program ini sangat bagus karena menjembatani kami. Bahkan program ini juga diapresiasi secara nasional," kata Rahmat.

Pengembang produk olahan pie susu tersebut meminta intervensi pemerintah daerah untuk membantu perluasan jangkauan pemasaran produk lokal.

"Kami ingin difasilitasi agar produk kami juga bisa masuk e-katalog, hotel, ritel modern, hingga bantuan legalitas," ujar Rahmat.

Sementara itu, perwakilan peternak ayam petelur, Umu, mengeluhkan tekanan biaya operasional akibat lonjakan harga pakan. Meski demikian, ia mengapresiasi bantuan subsidi pakan dari pemerintah yang dinilai sangat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak.

"Bantuan SPHP jagung dari Dispertan sangat membantu kami, Ibu Bupati. Kami berharap program ini berkelanjutan dan juga menjangkau peternak kecil," tutur Umu.

"Kami juga meminta dukungan pemkab untuk mengawal pemasaran telur lokal menembus pasar luar daerah, kawasan Indonesia timur," kata Umu.

Usulan Sektor Kelautan dan Perkebunan

Dari sektor perikanan, perwakilan nelayan mengeluhkan aturan pembatasan zonasi tangkap ikan di wilayah pesisir Banyuwangi. Padahal, garis pantai daerah tersebut membentang sepanjang 175 kilometer dari kawasan utara hingga selatan.

Di sisi lain, Sekretaris Kelompok Tani Desa Gombengsari, Abdurrahman, mendorong pembentukan pusat pengolahan kopi terpadu untuk menaikkan nilai tawar petani di hadapan tengkulak.

"Kami juga ingin ada dukungan Pemkab untuk me-launching Sekolah Kopi di Gombengsari. Ini penting untuk mengedukasi generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan warisan tradisi leluhur kami," ujar Abdurrahman.

Dukungan terhadap infrastruktur juga disampaikan oleh perwakilan kelompok ternak Kecamatan Ketapang, Nur Ahmadi. Ia menilai bantuan akses jalan dan pemanfaatan limbah di wilayahnya telah memberikan dampak positif bagi perekonomian warga.

"Alhamdulillah, akses jalan setelah dibantu pemerintah kini makin cepat. Kami juga punya bank organik untuk membuat pupuk dan briket," ujar Nur.

"Kami berharap susu hasil peternakan warga bisa masuk dalam menu MBG, Ibu Bupati," kata Nur.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author