Alasan Utama Pengalihan Produksi Anime Attack on Titan ke Studio MAPPA
Proses adaptasi anime Attack on Titan dari manga karya Hajime Isayama mengalami perubahan signifikan pada ranah produksi. Setelah sukses menggarap tiga musim awal, WIT Studio memutuskan melepaskan proyek ini. Pengerjaan musim terakhir serial populer tersebut resmi dialihkan ke studio animasi MAPPA.
Pergantian pengembang animasi ini terjadi pascarilis episode pamungkas garapan WIT Studio pada 1 Juli 2019, seperti dilansir dari Detikcom. Manga aslinya sendiri resmi tamat pada tahun 2021. WIT Studio yang awalnya berencana merampungkan seluruh cerita gagal memenuhi batas waktu pengerjaan yang ditetapkan.
Perubahan pengembang ini membawa dampak pada pendekatan visual serial. WIT Studio mengadaptasi alur cerita sebelum fase lompatan waktu (time-skip) yang berfokus pada perjuangan Eren dan kawan-kawannya.
Penggarapan oleh WIT Studio menonjolkan komposisi warna yang selaras dengan atmosfer perjalanan awal para karakter. Sementara itu, adaptasi versi MAPPA menggunakan nuansa bayangan lebih gelap dan detail visual lebih kasar yang mendekati gaya manga. CEO WIT Studio, George Wada, membeberkan besarnya tekanan selama memegang proyek anime tersebut. Keinginan para kreator untuk membuat karya orisinal menjadi salah satu pertimbangan utama.
"Ketika kami mempertimbangkan karier para kreator, termasuk sutradara Tetsuro Araki, muncul pula keinginan untuk 'menciptakan karya orisinal.' Sebuah studio animasi bukan sekadar kelompok yang memproduksi karya, studio juga sangat berkaitan erat dengan kehidupan para stafnya," kata George Wada. Ia menilai estafet produksi ke studio baru merupakan jalan terbaik agar serial animasi tersebut selesai. Kolaborasi dua rumah produksi tersebut menjadi kunci terwujudnya akhir cerita.
"WIT Studio memproduksi hingga musim ketiga, dan MAPPA mengambil alih setelahnya. Saya yakin berkat kombinasi itulah anime TV Attack on Titan dapat diselesaikan. Menurut saya, itulah satu-satunya cara agar karya ini bisa mencapai akhir ceritanya," ujar Wada.
Keputusan melepas hak adaptasi Attack on Titan sempat mendatangkan fase sulit bagi WIT Studio. Pihak manajemen harus berjuang menentukan proyek unggulan baru untuk menjaga identitas perusahaan. "Kami merasa cemas karena kami tidak bisa fully menunjukkan jati diri WIT Studio sebagai sebuah perusahaan melalui karya-karya kami," ungkap Wada.
Kendati sempat memicu kekhawatiran di kalangan penggemar, peralihan pengembang terbukti tetap menjaga kualitas tayangan. Fondasi cerita yang dibangun WIT Studio pada tiga musim pertama berhasil dilanjutkan MAPPA hingga rampung.