Profesor FKUI Jelaskan Gejala dan Diagnosis Radang Usus Buntu
Radang usus buntu atau apendisitis merupakan peradangan pada appendix yang bisa muncul secara akut, ditandai dengan nyeri tekan di perut kanan bawah, kata Prof Ari Fahrial Syam dari FKUI-RSCM.
Nyeri bisa sangat hebat sampai pasien sulit berjalan dan semakin terasa saat bergerak. Pemeriksaan darah menunjukkan kenaikan leukosit di atas nilai normal 5.000 sampai 10.000.
Prof Ari menjelaskan, "Apendisitis adalah suatu peradangan pada usus buntu, appendix yang kita bilang. Jadi itu bisa pasien datang dalam keadaan akut. Akut itu biasanya ditandai dengan nyeri tekan di perut kanan bawah dan bahkan pada pasien yang khas itu dia merasakan nyeri yang luar biasa."
Untuk mendukung diagnosis, pemeriksaan C-reactive protein (CRP) juga bisa dilakukan untuk mendeteksi infeksi. Pemeriksaan USG abdomen dapat menunjukkan pembengkakan appendix.
Prof Ari menambahkan, "Nah, untuk diagnosis itu tadi bisa saja dilakukan pemeriksaan USG abdomen. Jadi USG abdomen itu bisa menemukan adanya donati, kita bilang donati sains atau sosis sains yang menunjukkan adanya pembengkakan dari appendix tersebut. Jadi kalau disebutkan 8 itu sudah tidak normal, karena nilai normal kurang dari 6 ya, jadi 6, 4 sampai 6 itu masih oke."
Diagnosis radang usus buntu tidak hanya berdasarkan keluhan pasien, tetapi juga didukung oleh gejala dan pemeriksaan penunjang yang memadai, dilansir dari HaiBunda.