Invasi Piton Burma di Everglades Florida Mustahil Dimusnahkan Sepenuhnya

Share

Upaya pembersihan ular piton Burma dari Taman Nasional Everglades di Florida, Amerika Serikat, diprediksi tidak akan pernah mencapai keberhasilan total. Ancaman reptil invasif ini telah mencapai titik yang sangat mengakar di kawasan lahan basah tersebut. Pandangan tersebut disampaikan oleh pembawa acara televisi sekaligus ahli biologi satwa liar, Forrest Galante, dilansir dari Detik iNET.

Ia menilai keberadaan ular tersebut kini sudah tidak mungkin dieliminasi sepenuhnya dari habitat Everglades. Galante menyebut piton Burma sebagai ancaman nyata yang memangsa berbagai spesies lokal hingga menguasai wilayah tersebut. "Mereka memakan segalanya," sebutnya seperti dikutip detikINET dari Yahoo News.

Krisis lingkungan ini membutuhkan waktu puluhan tahun hingga mencapai kondisi kritis seperti sekarang. Keberadaan piton Burma pertama kali tercatat di area Everglades pada dekade 1970-an.

Masuknya spesies asing ini bermula dari aktivitas perdagangan hewan peliharaan eksotis. Sejumlah pemilik melepas luaskan ular miliknya ke alam bebas, baik dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Kondisi diperparah saat Badai Andrew menerjang pada 1992. Bencana alam tersebut diyakini merusak fasilitas penangkaran hingga melepaskan lebih banyak reptil ke lingkungan liar.

Kendati demikian, Live Science mencatat bahwa faktor pelepasan oleh manusia pada masa-masa awal tetap menjadi pemicu utama meledaknya populasi piton saat ini.

Dampak Kerusakan Ekosistem Everglades

Data U.S. Geological Survey memperkirakan puluhan ribu ekor piton Burma saat ini menghuni ekosistem Everglades. Ular berukuran raksasa ini menjelma menjadi predator puncak yang tangguh.

Kawasan Everglades padahal menjadi habitat penting bagi beragam fauna, mulai dari burung, ikan, reptil, amfibi, hingga mamalia. Kedatangan piton Burma merusak rantai makanan yang sebelumnya tidak terbiasa menghadapi jenis predator tersebut. Ular ini memangsa berbagai jenis mamalia, burung, serta reptil lokal.

Beberapa di antaranya merupakan satwa terancam punah seperti tikus kayu Key Largo dan burung bangau kayu.

Selain memangsa satwa lokal, mereka merebut sumber makanan dari predator asli. Ular ini juga berpotensi menyebarkan parasit serta agen penyakit baru di kawasan tersebut.

South Florida Water Management District mengategorikan piton Burma sebagai salah satu spesies paling merusak. Kerusakan keseimbangan ekosistem ini mengancam fungsi lahan basah untuk kegiatan pariwisata, rekreasi, hingga stabilitas lingkungan.

Program Perburuan dan Peluang Penanganan

Pemerintah setempat sebenarnya telah melakukan berbagai langkah penanganan. Melalui Python Elimination Program, otoritas Florida membayar pemburu profesional untuk membasmi piton Burma di wilayah selatan.

Selain program berbayar, kompetisi tahunan memburu piton juga rutin digelar untuk menekan populasi. Namun, langkah-langkah ini dinilai belum cukup untuk menghapus keberadaan mereka secara keseluruhan.

"Masalah piton Burma di Florida benar-benar sudah di luar kendali. Terlepas dari upaya pembasmian yang terus berlangsung, peluang menyingkirkan ular-ular tersebut sepenuhnya sangat, sangat rendah, yaitu satu berbanding sepuluh," cetus Galante.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author