DPD RI Awards 2026 Dibuka Tanpa Intervensi Pimpinan
Ajang DPD RI Awards kembali diselenggarakan tahun ini guna menjaring serta mengapresiasi para tokoh penggerak pembangunan di berbagai wilayah Indonesia, seperti dilansir dari Detikcom.
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menegaskan bahwa jajaran pimpinan lembaga tidak memegang kontrol atas penetapan para pemenang. Proses penganugerahan ini diserahkan sepenuhnya kepada tim penilai luar yang independen.
"Kategori nanti kita lihat, karena kami nggak boleh intervensi juga, ada bidang pariwisata, kebudayaan, perempuan dan anak, pendidikan, sosial, banyak lah pokoknya. Melibatkan juri-juri yang capable, independen dan transparansi. Pimpinan juga nggak bisa intervensi, sampai detik ini juga saya nggak tahu siapa yang jadi juara," ujar Sultan.
Pelaksanaan agenda tahunan ini ditujukan untuk memberi ruang apresiasi bagi figur-figur lokal yang kerap luput dari perhatian publik nasional. Inisiatif tersebut juga menjadi bentuk penyaluran aspirasi masyarakat daerah melalui wakil mereka.
"Kami 152 anggota DPD yang kalau dikonversikan itu hampir 80 juta masyarakat daerah yang menitipkan amanah ke kami. Makanya melalui DPD Awards kita mau menjaring, lalu menemukan begitu banyak potensi yang belum terjaring, local hero, local champion. Orang daerah yang banyak berkontribusi berpartisipasi pada kemajuan daerah di bidang masing-masing tapi belum terpantau," jelas Sultan.
Pada gelaran tahun ini, panitia menyediakan empat kategori utama serta satu penganugerahan khusus.
Kategori pertama menyasar bidang pendidikan, yakni Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah.
"Penghargaan diberikan kepada Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah yang berdedikasi dalam mengembangkan pendidikan nonformal dan memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat," tulis DPD RI.
Sektor kesehatan diwakili oleh kategori Inovator Teknologi Kesehatan.
"Diberikan kepada individu, profesional atau akademisi yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium, termasuk penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," jelas DPD.
Ketahanan pangan menjadi fokus pada kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan.
"Ditujukan kepada Penggerak Desa Mandiri Pangan yang mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan potensi pangan lokal, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan," katanya.
Kategori terakhir difokuskan pada pemajuan seni dan tradisi, yaitu Pelestari Budaya Daerah.
"Diberikan kepada individu yang memiliki inovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya daerah serta berperan aktif dalam mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional," jelas DPD.
DPD RI turut menyiapakan Special Recognition Awards bagi pihak yang menunjukkan konsistensi kontribusi terhadap daerah secara berkelanjutan.
Rekap Pemenang Edisi 2025
Malam penganugerahan edisi sebelumnya berlangsung di Tribrata Hotel and Convention, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/10/2025) dengan lima cabang penghargaan.
| Bidang Penghargaan | Penerima Penghargaan | Keterangan / Profil |
|---|---|---|
| Pembangunan Sosial dan Kesehatan | Aqsa Aura Syauqi | Peneliti Medis Muda & Penggagas AQSA Centre |
| Kebudayaan dan Pariwisata | Sugeng Handoko | Penggerak Wisata Desa Nglanggeran |
| Perhitungan Anak & Pemberdayaan Perempuan | Khofifah Indar Parawansa | Gubernur Jawa Timur (diwakili Emil Dardak, diserahkan Arifatul Choiri Fauzi) |
| Ekonomi Kreatif | Febrita Lustia | Ketua Tim Penggerak PKK Pemerintah Sumsel |
| Pejuang Kelompok Rentan | Bayu Satria | Tokoh Pedalaman Aceh Penggerak Puluhan Ribu Disabilitas |