Pria Alami Serangan Jantung dan Koma Usai Konsumsi Tiram Mentah di Illinois
Seorang pria berusia 44 tahun di Illinois mengalami serangan jantung, kerusakan otak, dan koma beberapa bulan setelah mengonsumsi tiram mentah dari sebuah restoran di Oak Brook. Joe Belgio, mantan petugas pemadam kebakaran dan tentara AS, tertular bakteri Enteropathogenic E. coli dan Plesiomonas shigelloides setelah makan tiram mentah pada Juni 2025 di Gibsons Steakhouse. Kasus ini memicu gugatan hukum yang diajukan pada 10 Agustus 2026 oleh pengacara Belgio terhadap restoran dan dua perusahaan lain terkait penyediaan makanan tersebut, menurut laporan Detik Food.
"Ia akhirnya menjadi sangat, sangat sakit, dan mengakibatkan henti jantung di mana ia kehilangan kesadaran dan oksigen selama setidaknya delapan menit," ujar pengacara Belgio.
Dokter yang menangani Belgio menyatakan dengan kepastian medis bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh konsumsi tiram yang terkontaminasi. Pengacara Belgio juga menyebutkan bahwa kondisi kliennya sangat serius, dengan kerusakan otak parah dan kapasitas kognitif rendah, yang membuatnya membutuhkan perawatan seumur hidup.
"Dia mengalami kerusakan otak yang sangat parah, dengan kapasitas kognitif yang sangat rendah, dan akan membutuhkan perawatan seumur hidupnya," kata pengacara tersebut. Belgio dilaporkan memiliki tagihan medis sekitar USD 1 juta atau sekitar Rp 17,8 miliar dan berupaya menuntut ganti rugi dari restoran untuk menutupi biaya tersebut.
Gugatan juga menyebutkan dua perusahaan lain, Supreme Lobster and Seafood Company, sebagai tergugat dalam kasus ini. Gibsons Restaurant Group menyatakan belasungkawa atas kondisi Belgio dan menegaskan komitmen mereka pada keamanan pangan serta pengalaman bersantap yang aman. "Kami menyadari keseriusan apa yang dihadapinya dan mendoakan kesembuhan total baginya," kata perwakilan restoran.
Namun, mereka membantah tuduhan tersebut karena tidak ada kasus penyakit lain yang dilaporkan dan percaya proses hukum akan membuktikan restoran tidak bertanggung jawab.
"Berdasarkan fakta dan investigasi internal kami, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa restoran kami menyebabkan kondisi kesehatannya. Kami yakin bahwa proses hukum yang adil dan menyeluruh akan menyetujui kesimpulan ini," ujar pihak Gibsons Restaurant Group.