Prabowo Targetkan Empat Layar Pintar di Setiap Sekolah

Share

Pemerintah menargetkan setiap sekolah di Indonesia memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan fasilitas layar pintar interaktif atau interactive flat panel (IFP). Presiden Prabowo Subianto menyampaikan hal tersebut dalam Sidang Tahunan MPR di Jakarta pada Jumat (14/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pengadaan teknologi ini ditujukan untuk mempermudah guru di seluruh pelosok daerah dalam mengakses materi kurikulum serta mendukung proses penyampaian pembelajaran bagi para siswa.

"Tahun lalu kita berhasil membagikan satu layar setiap sekolah. Desember 31, kita akan membagikan tambahan tiga layar setiap sekolah. Artinya, setiap sekolah di Indonesia akan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pinter interaktif," ucap Prabowo.

Perangkat tersebut dirancang untuk memberikan akses luas kepada para tenaga pendidik terhadap berbagai materi pendidikan nasional maupun internasional.

"Artinya guru-guru kita di mana pun punya akses kepada kurikulum, akses kepada konten, di hampir semua bidang yang ada di kurikulum pendidikan sekolah di Indonesia dan di luar Indonesia," kata Prabowo.

Selain memperluas jangkauan materi, penggunaan IFP juga dinilai dapat mempermudah proses mengulang bahan ajar bagi para siswa yang belum sepenuhnya menguasai materi.

"Mereka bisa mengulangi pelajaran. Kalau mereka tidak kuasai, bisa dua kali, tiga kali," ucap Prabowo.

Pemerintah juga berencana membangun studio-studio terpusat yang menghadirkan guru-guru terbaik untuk melangsungkan siaran pembelajaran jarak jauh, termasuk materi pengajaran bahasa.

"Pelajaran apapun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik. Termasuk bahasa asing, bahasa asing mutlak harus kita kuasai," ucap Prabowo.

Guna memperkuat daya saing generasi muda, pemerintah bakal mewajibkan pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Perancis sejak jenjang Sekolah Dasar (SD) kelas 1.

"Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing. Bahasa-bahasa yang paling penting, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa juga Jepang, Korea, bahasa Spanyol, bahasa Perancis. Dari kecil, di bawah 11-12 tahun mereka lebih cepat belajar," ujar Prabowo.

Penguasaan bahasa sejak dini diharapkan mempermudah anak-anak Indonesia dalam menyerap ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan keunggulan saat memasuki dunia kerja di tingkat nasional maupun internasional.

"Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk ke, kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih, mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak mana pun," jelas Prabowo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author