Iran Sebut 75 Persen Kemampuan Rudal dan Drone Masih Utuh

Share

Militer Iran menegaskan bahwa 75 persen kemampuan rudal dan drone mereka tetap utuh serta siap digunakan meski telah menghadapi serangan besar dari Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa bulan terakhir, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Pernyataan ini membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut fasilitas militer Teheran telah mengalami kerusakan parah. Pejabat militer Iran menilai serangan yang diluncurkan Washington bersama Tel Aviv tidak berjalan seefektif seperti yang dikoordinasikan.

Wakil Komandan Militer Iran untuk Urusan Eksekutif Brigadir Jenderal Ali Reza Sheikh menyampaikan penilaian tersebut melalui kantor berita resmi IRNA.

"Lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone Iran masih utuh dan siap," tegas Reza Sheikh.

Ia menekankan bahwa Teheran tetap mempertahankan kesiapan operasional sistem tempurnya di tengah rentetan serangan militer musuh.

"Mimpi buruk bagi musuh," kata Reza Sheikh saat menggambarkan kekuatan serta efektivitas sistem drone milik militer Iran.

Sikap tegas Iran ini bertolak belakang dengan angka kerusakan yang disampaikan oleh pihak Gedung Putih dalam keterangan sebelumnya.

Donald Trump saat diwawancarai NBC News pada Juni lalu mengklaim bahwa kapasitas produksi persenjataan Iran telah menurun secara signifikan akibat gempuran militer.

"Sebagian besar pabrik drone telah dilumpuhkan, sebagian besar landasan peluncuran telah dilumpuhkan, dan sebagian besar area produksi rudal telah dilumpuhkan," kata Trump.

Meskipun demikian, pimpinan Amerika Serikat tersebut mengakui bahwa Teheran tidak sepenuhnya kehilangan potensi serangan.

"Mereka (Iran-red) masih memiliki kapasitas. Mereka memiliki sejumlah rudal, mereka memiliki sejumlah drone," sebut Trump.

Penilaian mengenai porsi kemampuan tempur tersisa yang dimiliki militer Teheran menjadi poin utama perbedaan klaim antar kedua belah pihak.

"Saya perkirakan dalam persentase, mungkin sekitar 21-22 persen dari rudal mereka. Itu jumlah rudal yang banyak, tetapi tidak sebanyak saat kita pertama kali menyerang," klaim Presiden AS tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author