Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Harus Bebas Kelaparan dan Berkembang Ekonomi

Share

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026, Jumat (14/8/2026), dengan menegaskan Indonesia harus menjadi negara yang berdaya dan tidak boleh ada anak yang kelaparan.

Prabowo melaporkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada kuartal pertama 2026, angka tertinggi dalam 13 tahun terakhir, menurut dilansir dari Detikcom.

Namun, Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir, melainkan kesejahteraan rakyat yang harus diutamakan.

"Di hadapan majelis ini bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita, pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati oleh rakyat kita kebanyakan, tidak bermanfaat bagi kita," ujar Prabowo.

Presiden juga menekankan bahwa setiap investasi yang masuk harus menciptakan lapangan kerja dan memperbaiki kualitas hidup rakyat, khususnya yang paling bawah.

"Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan, kualitas hidup rakyat kita terutama rakyat kita yang paling bawah," kata Prabowo.

Dia menegaskan pemerintah tidak akan meninggalkan rakyat yang kesulitan, dan sebagai anggota G-20, Indonesia tidak pantas masih memiliki rakyat yang kelaparan.

"Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin, kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya, kita tidak boleh membiarkan kelaparan ada di bumi Indonesia, Republik Indonesia. Anggota G-20 tidak pantas masih ada rakyat kita yang lapar," ujar Prabowo.

Prabowo juga menegaskan bahwa bangsa yang kuat adalah yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri dan menginginkan birokrasi yang tidak berbelit-belit agar masalah seperti kesulitan petani mendapatkan pupuk dan harga gabah yang jatuh bisa diatasi.

"Bangsa yang kuat adalah negara yang mampu memberikan makan rakyatnya sendiri, ketika kami menerima mandat petani masih menghadapi pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang jatuh setiap panen aturan yang berbelit-belit kita harus berani menghadapi kesulitan dan masalah ini," ujar Prabowo.

"Walaupun, kita tidak menyalahkan siapapun kita melangkah dengan mencari solusi. Birokrasi tak boleh menghambat keputusan yang baik," tambahnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: ekonomi Politik Sidang Tahunan
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author