Chuck Schumer Desak Pemecatan Menhan AS Pete Hegseth

Share

Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat Chuck Schumer mendesak pemecatan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Jumat (14/8/2026). Langkah politik ini dipicu oleh memburuknya kondisi fasilitas dan krisis kesehatan mental yang dihadapi para prajurit di kapal induk USS Abraham Lincoln, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Ketika Pete Hegseth dinominasikan, semua orang tahu dia sama sekali tidak kompeten," kata Schumer.

Ketegangan di kalangan awak kapal meningkat drastis setelah menjalani masa penugasan tanpa henti di tengah konflik dengan Iran. Dampak psikologis akibat tekanan operasi tersebut telah memicu insiden keselamatan diri yang mengkhawatirkan di atas kapal induk tersebut.

"Sekarang para pelaut pemberani kita membayar harganya dengan cara yang mengerikan dan tak terbayangkan. Pete Hegseth harus segera dipecat," kata Schumer.

Kondisi di atas kapal induk yang berlayar sejak 21 November 2025 itu diwarnai krisis pasokan kebutuhan pokok, pembatasan porsi makanan, krisis air bersih, kerusakan sanitasi, serta gangguan distribusi surat. Tiga pelaut tercatat melakukan percobaan bunuh diri ke laut, dengan dua di antaranya berhasil dicegah dan satu orang dievakuasi dari air.

Menanggapi tuduhan yang berkembang mengenai situasi operasional di kapal perang tersebut, kubu Pertahanan memberikan bantahan resmi atas temuan yang disampaikan publik.

Deskripsi kondisi di atas kapal induk telah "sepenuhnya disalahartikan," kata Hegseth.

Tekanan terhadap Pentagon semakin kuat setelah Senator Richard Blumenthal mengajukan tuntutan klarifikasi resmi pada Rabu (12/8). Permintaan tersebut memfokuskan perhatian pada rekor penugasan kapal induk yang telah beroperasi melampaui 250 hari, termasuk durasi berlayar tanpa berlabuh selama lebih dari 200 hari berturut-turut.

Surat tersebut menyoroti "laporan luas tentang kekurangan pasokan kebutuhan dasar, kontaminasi air, masalah pipa, memburuknya kesehatan mental, masalah keselamatan dek dan masalah lain di atas Lincoln," kata Blumenthal.

Gejolak internal terkait kesejahteraan personel militer ini juga memicu perselisihan terbuka antara keluarga prajurit dan jajaran pimpinan Angkatan Laut AS. Pihak keluarga menuntut kepastian tanggal pemulangan bagi sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang bertugas di kapal yang dialihkan dari Laut China Selatan ke kawasan Timur Tengah tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author