IHSG Berpotensi Rebound Usai Uji Support 6.300
Peluang pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbuka setelah berhasil bertahan di atas level support kuat 6.300 pada perdagangan Kamis (13/8/2026), kendati sebelumnya ditutup melemah 1,13 persen akibat tekanan aksi jual asing.
Prospek penguatan teknikal tersebut diproyeksikan oleh Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam publikasi riset harian lembaga tersebut.
"Support IHSG berada di 6.250-6.300, sedangkan resistance berada di 6.420-6.450," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Aksi jual bersih investor asing atau net sell sekitar Rp1,39 triliun sebelumnya menyasar sejumlah saham utama seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Astra International Tbk (ASII). Di tengah dinamika tersebut, BNI Sekuritas merilis enam saham pilihan sebagai ide perdagangan harian.
Pilihan saham tersebut mencakup PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dengan batas speculative buy pada area Rp5.200-Rp5.250, target harga terdekat Rp5.350-Rp5.425, serta cut loss di bawah Rp5.200. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga direkomendasikan speculative buy di kisaran Rp2.980-Rp3.000 dengan target Rp3.090-Rp3.100 dan cut loss di bawah Rp2.970.
Selanjutnya, DSSA memiliki kisaran speculative buy di level Rp990 dengan target terdekat Rp1.020-Rp1.035 dan batas cut loss di bawah Rp970. Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dipatok area speculative buy pada Rp830-Rp840 dengan target Rp850-Rp880 serta cut loss di bawah Rp815.
Dua saham lainnya yakni PT Timah Tbk (TINS) dengan area speculative buy Rp3.700-Rp3.720, target terdekat Rp3.770-Rp3.800, dan cut loss di bawah Rp3.660, serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) pada area Rp7.475-Rp7.550 dengan target Rp7.600-Rp7.775 dan cut loss di bawah Rp7.450.