Kehilangan Kromosom X Bikin Perempuan Sulit Hamil Alami
Kondisi genetik dalam tubuh perempuan ternyata menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program hamil alami. Faktor ini melengkapi pemeriksaan hormon, kualitas sel telur, maupun pola hidup yang selama ini kerap menjadi fokus utama.
Sebuah studi terkini menemukan adanya kaitan erat antara kehilangan kromosom X pada perempuan dengan hambatan mendapatkan kehamilan secara alami. Temuan tersebut menjadi jawaban mengapa sebagian perempuan tetap mengalami kesulitan hamil meskipun hasil tes kesuburan konvensional mereka menunjukkan angka normal.
Riset yang dilansir dari HaiBunda ini dilakukan oleh para peneliti dari Osaka Metropolitan University dan telah dipublikasikan dalam jurnal Reproductive BioMedicine Online. Tim ahli menguji sampel darah dari ratusan perempuan guna mendeteksi hubungan antara hilangnya kromosom X dengan kondisi infertilitas.
Hasil penelitian membuktikan bahwa perempuan yang mengalami infertilitas memiliki jumlah sel tubuh yang kehilangan kromosom X lebih banyak. Kondisi ini berbeda signifikan dengan kelompok perempuan yang berhasil mendapatkan keturunan secara alami.
Pada kondisi normal, perempuan memiliki sepasang kromosom X (XX) yang mengontrol berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem reproduksi. Sementara itu, kaum pria mempunyai kombinasi kromosom X dan Y (XY).
Kehilangan kromosom X atau Loss of X Chromosome (LOX) merupakan kondisi saat sebagian sel tubuh perempuan kehilangan salah satu dari dua kromosom X tersebut. Seiring bertambahnya usia, perubahan genetik alami ini dapat terjadi dan paling sering ditemukan pada sel darah putih.
Penelitian dari Osaka Metropolitan University mengindikasikan bahwa hilangnya kromosom X berkaitan erat dengan proses penuaan reproduksi. Hal inilah yang kemudian memengaruhi peluang terjadinya kehamilan alami pada perempuan.
Dalam eksperimennya, para peneliti membandingkan data dari 123 perempuan yang sukses hamil secara alami dan 381 perempuan yang menghadapi masalah infertilitas. Hasil perbandingan menunjukkan proporsi sel LOX yang jauh lebih tinggi pada kelompok perempuan dengan masalah kesuburan.
Penurunan peluang kehamilan alami terdeteksi secara signifikan saat proporsi sel LOX dalam sel darah putih melewati angka 0,9 persen. Di sisi lain, para peneliti juga menguji korelasi antara LOX dengan hormon anti-Müllerian (AMH) yang menjadi indikator cadangan ovarium.
Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa kadar AMH tidak memiliki hubungan langsung dengan indikasi LOX yang diukur dalam riset ini. Oleh karena itu, faktor genetik ini berpotensi lolos dari deteksi pemeriksaan kesuburan standar.
"Berdasarkan temuan kami, menggabungkan analisis AMH dengan LOX dapat memungkinkan prediksi yang lebih akurat tentang apakah kehamilan alami mungkin terjadi," kata Taiki Kikuchi.
"Di masa depan, pengukuran LOX pada individu yang mengalami infertilitas dapat membantu menentukan apakah kehamilan alami mungkin terjadi atau apakah perawatan kesuburan, seperti fertilisasi in vitro, harus dimulai pada tahap yang lebih awal," sambungnya.
Meskipun tim medis menyatakan kehilangan kromosom terjadi akibat proses penuaan sel yang alami, terdapat beberapa faktor eksternal dan internal yang diduga memicu kondisi tersebut:
1. Pertambahan Usia
Faktor usia menjadi pemicu paling dominan karena bertambahnya umur menurunkan kemampuan sel untuk membelah secara sempurna. Kondisi LOX ini pun menjadi lebih sering dijumpai pada perempuan dengan usia matang.
2. Stres Oksidatif
Stres oksidatif muncul saat jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas antioksidan yang ada. Ketidakseimbangan ini memicu kerusakan sel, termasuk merusak struktur materi genetik seperti kromosom.
3. Paparan Asap Rokok
Kandungan zat kimia berbahaya di dalam rokok terbukti mampu merusak struktur DNA. Aktivitas ini meningkatkan risiko terjadinya mutasi dan perubahan genetik pada sel-sel tubuh.
4. Polusi Lingkungan
Paparan polusi udara serta kontaminasi bahan kimia tertentu di lingkungan sekitar diduga ikut mengganggu tingkat stabilitas kromosom manusia.
5. Gangguan Pembelahan Sel
Kondisi ini terjadi ketika sel mengalami kegagalan fungsi saat membelah, sehingga kromosom tidak tersalin atau tidak terdistribusi dengan baik ke sel yang baru.
Kehadiran studi genetik ini membuka secercah harapan baru bagi pasangan suami istri yang belum mengetahui penyebab pasti infertilitas mereka. Pemeriksaan LOX diproyeksikan menjadi opsi tes tambahan untuk membantu dokter menentukan jenis program kehamilan yang paling efektif.