Astra International Siapkan Dana Buyback Saham Rp8 Triliun

Share

PT Astra International Tbk (ASII) berencana mengalokasikan dana sekitar Rp8 triliun untuk menjalankan program pembelian kembali saham atau buyback dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya emiten untuk memperkuat disiplin alokasi modal sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham, dilansir dari Bloomberg Technoz pada Selasa (26/5/2026).

Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa aksi korporasi tersebut diharapkan mampu memperkokoh kualitas portofolio bisnis dan meningkatkan efisiensi modal. Hal ini ditargetkan dapat memicu pertumbuhan laba bersih secara berkelanjutan serta memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dalam keterangan resminya, pembenahan strategi diarahkan pada penguatan portofolio bisnis utama demi merespons dinamika pasar yang terus berkembang. Fokus utama emiten akan diprioritaskan pada tiga lini bisnis inti, yaitu otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan, yang selama ini memberikan kontribusi sekitar 90% terhadap total laba bersih perusahaan.

"Secara historis, Astra memiliki bisnis yang terdiversifikasi yang menjadi nilai tambah bagi perusahaan hingga hari ini. Seiring dengan perkembangan dinamika pasar, Astra mereposisi strateginya dengan memberikan fokus pada portofolio bisnis utama," kata Rudy, Presiden Direktur ASII.

Pada sektor otomotif, perusahaan akan mengoptimalkan seluruh ekosistem mulai dari penjualan kendaraan baru dan bekas, suku cadang, hingga layanan purna jual. Sementara untuk lini jasa keuangan dan sektor alat berat, perseroan bakal memaksimalkan potensi produk serta memperkuat ekosistem rantai pasok untuk meningkatkan daya saing global.

"Astra akan menjalankan strategi pengembangan portofolio bisnis yang terarah dengan menekankan pada keselarasan strategis dan kapabilitas, serta tujuan jangka panjang perusahaan," ujar Rudy.

Di samping fokus pada bisnis utama, pengembangan portofolio di luar sektor tersebut tetap akan dilakukan secara selektif. Pihak manajemen juga menegaskan komitmen untuk memperketat disiplin alokasi modal melalui pengaturan belanja modal, pembagian dividen yang konsisten, investasi bernilai tambah, serta pelaksanaan buyback saham pada tingkat valuasi yang tepat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author