Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan dan RUU APBN 2027 Hari Ini

Share

Agenda penting kenegaraan berlangsung di kompleks Parlemen Senayan pada Jumat (14/8/2026). Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan dua pidato resmi dalam agenda tahunan wakil rakyat tersebut, sebagaimana dikutip dari Detik Finance.

Berdasarkan maklumat resmi Kementerian Sekretariat Negara, jadwal pidato Kepala Negara terbagi dalam sesi pagi dan siang hari.

Sesi pertama dimulai pukul 08.30 WIB. Agenda ini diisi dengan Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.

Sesi kedua berlanjut pada pukul 14.30 WIB. Prabowo akan menyampaikan Pidato Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan pada Sidang Paripurna DPR RI.

Rangkaian agenda ini menindaklanjuti keputusan Rapat Paripurna DPR RI yang sebelumnya telah mengesahkan kerangka awal penyusunan anggaran negara.

Persetujuan pendahuluan untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam merumuskan RUU APBN beserta Nota Keuangan.

"Laporan atas hasil pembahasan pendahuluan RAPBN 2027 dan RKP 2027 tersebut akan menjadi pedoman dalam penyusunan Rancangan APBN 2027," kata Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-23 Masa Persidangan V, Kamis (2/7/2026) lalu.

Kesepakatan pendahuluan antara DPR dan pemerintah telah menetapkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro untuk tahun anggaran mendatang.

Asumsi Dasar Ekonomi Makro dan Target Pembangunan RAPBN 2027
Indikator Makro / Pos Anggaran Target / Rentang Kesepakatan
Pertumbuhan Ekonomi 5,8 – 6,5%
Inflasi 1,5 – 3,5%
Nilai Tukar Rupiah Rp 16.800 – Rp 17.500 / US$
Suku Bunga SBN 10 Tahun 6,5 – 7,3%
Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) US$ 70 – 95 per barel
Lifting Minyak Bumi 605.000 – 620.000 barel per hari
Lifting Gas Bumi 951.000 – 990.000 barel setara minyak per hari
Pendapatan Negara 12,01 – 12,40% PDB
Belanja Negara 13,81 – 14,80% PDB
Keseimbangan Primer 0,45 – 0,14%
Defisit APBN 1,80 – 2,40% PDB
Pembiayaan Investasi 0,50 – 0,90%
Rasio Utang terhadap PDB 40,31 – 40,64%

Beberapa poin indikator mengalami penyesuaian dari dokumen KEM-PPKF awal, terutama pada target lifting minyak dan gas bumi serta porsi pendapatan dan belanja negara terhadap PDB.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author