Janin Tidak Bergerak Tanpa Perdarahan Bisa Jadi Sinyal Bahaya
Gerakan janin di dalam rahim menjadi salah satu indikator utama untuk memantau kondisi kesehatannya. Namun, muncul kekhawatiran saat janin tidak bergerak meski tidak disertai pendarahan pada ibu hamil. Dilansir dari HaiBunda, sensasi getaran halus atau kepakan ringan dapat dirasakan sejak usia kehamilan 16 minggu.
Gerakan tersebut berangsur menjadi sentakan atau tendangan yang lebih kuat seiring bertambahnya usia kandungan. Pola dan frekuensi pergerakan setiap bayi di dalam kandungan berbeda-beda. Ibu hamil disarankan untuk rutin mengamati pola pergerakan harian, tidak sekadar menghitung jumlah tendangan.
Bayi biasanya lebih aktif pada periode waktu tertentu dalam sehari. Memasuki tahap akhir kehamilan, frekuensi gerakan dapat berkurang karena keterbatasan ruang di dalam rahim.
Kapan Ibu Hamil Harus Waspada?
Penurunan keaktifan janin dapat menjadi petunjuk bahwa kondisi bayi di dalam kandungan sedang tidak optimal. Pertolongan medis perlu segera dicari jika merasakan perubahan pada pergerakan bayi.
Pemeriksaan medis mendesak diperlukan apabila gerakan janin terasa lebih lemah, berkurang drastis, atau berhenti sama sekali. Evaluasi harus segera dilakukan tanpa menunggu hingga keesokan harinya.
Tim medis di rumah sakit akan melakukan penanganan intensif. Pemeriksaan meliputi pengukuran besar perut, pemantauan tekanan darah, pendengaran detak jantung, serta pemantauan menggunakan alat CTG.
Risiko dan Potensi Keguguran Tanpa Perdarahan
Berkurangnya gerakan janin bukan penyebab langsung terjadinya lahir mati. Namun, kondisi tersebut menjadi penanda bahwa janin kemungkinan kekurangan asupan nutrisi atau oksigen.
Sebagian besar kasus keguguran memang ditandai dengan perdarahan akibat rahim yang mengosongkan diri. Meski begitu, keguguran juga bisa terjadi tanpa adanya perdarahan sama sekali.
Kondisi ini dikenal sebagai keguguran yang tidak disadari, di mana janin telah meninggal tetapi rahim belum kosong. Penurunan kadar hormon kehamilan serta melambatnya gerakan janin pada usia kehamilan lanjut menjadi sinyal yang perlu dipastikan melalui USG dan tes darah.