Mantan Petinju Prichard Colon Meninggal Dunia pada Usia 33 Tahun
Mantan petinju Prichard Colon meninggal dunia pada Kamis, 13 Agustus 2026, di usia 33 tahun setelah lebih dari satu dekade berjuang melawan cedera otak parah. Penyakit tersebut dideritanya akibat pukulan berulang dalam pertarungan melawan Terrel Williams pada 17 Oktober 2015.
Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh ayah sekaligus mantan pelatihnya, Richard Colon, melalui unggahan di media sosial.
"Selamat pagi, semuanya. Saya merasa sedih untuk memberi tahu Anda tentang berpulangnya putra saya Prichard dari dunia fana ini. Dia sekarang berada di tempat yang lebih baik," kata Richard Colon, Ayah Prichard Colon.
Pihak keluarga memohon dukungan doa dari seluruh masyarakat atas kepergian mantan petinju yang sempat memegang rekor tak terkalahkan tersebut.
"Terima kasih atas kasih sayang dan doa selama bertahun-tahun. Sebisanya, tolong terus ingat kami dalam doa Anda," kata Richard Colon, Ayah Prichard Colon.
Sebelum insiden tragis di EagleBank Arena, Virginia, Colon merupakan salah satu prospek paling menjanjikan di kelas menengah yunior dengan rekor 16-0 dan 13 knockout. Dalam pertarungan sembilan ronde melawan Williams, Colon berulang kali menerima pukulan ke bagian belakang kepala atau rabbit punch hingga sempat terjatuh.
Wasit Joe Cooper sempat mengurangkan satu poin Williams pada ronde ketujuh. Meski Colon mengeluhkan rasa sakit dan pusing kepada dokter ring Richard Ashby, laga tetap dilanjutkan hingga Colon mengalami mual, pendarahan otak, koma selama 221 hari, dan memerlukan perawatan penuh hingga akhir hayatnya.
Keluarga Colon sempat mengajukan gugatan hukum senilai lebih dari 50 juta dolar AS pada 2017 terhadap dokter ring dan promotor, meski penyelidikan Departemen Regulasi Profesional dan Pekerjaan Virginia tidak menjatuhkan sanksi disiplin kepada pihak manapun. Hingga kini, tidak ada catatan publik mengenai permintaan maaf secara langsung dari Terrel Williams kepada keluarga Colon.
"Saya berdoa untuk Prichard setiap hari. Saya tidak berharap apa-apa selain kedamaian dan kesehatan untuk pria itu. Ini juga sulit bagi saya.
Saya tidak ingin hal itu terjadi padanya. Saya hanya mencoba memenangkan pertarungan. Hidup saya berubah malam itu, dan tidak akan pernah sama lagi," kata Terrel Williams, Petinju.
Penyebab pasti kematian Colon belum diumumkan secara rinci oleh pihak keluarga, namun kepergiannya kembali memicu sorotan publik terkait evaluasi keselamatan dan keputusannya menghentikan laga dalam olahraga tinju.