Kosta Rika Tutup Dua Kebun Binatang Demi Kelestarian Satwa Liar

Share

Kosta Rika resmi menutup dua kebun binatang negaranya pada 2024 sebagai langkah perlindungan satwa liar dan kelestarian lingkungan, setelah perjuangan hukum selama 11 tahun untuk melarang pemeliharaan hewan liar dalam kandang, dilansir dari Detik Travel.

Kedua kebun binatang itu, Kebun Binatang Simón Bolívar di San José dan Pusat Konservasi San Ana, sebelumnya menampung 400 hewan dari berbagai spesies. Setelah penutupan, hewan-hewan tersebut akan dipindahkan ke pusat penyelamatan dan suaka margasatwa khusus.

Hewan yang masih memiliki insting liar dan sehat akan direhabilitasi untuk dilepasliarkan kembali ke alam bebas. Sedangkan hewan yang sudah tua, cedera permanen, atau terlalu jinak akan dirawat seumur hidup di suaka tanpa dimasukkan ke dalam kandang pameran komersial.

Penutupan ini menjadikan Kosta Rika sebagai satu-satunya negara di dunia yang menutup kebun binatang publiknya dengan alasan perlindungan satwa liar.

Kosta Rika mengedepankan semboyan "Pura Vida" yang berarti Kehidupan Murni, dan komitmen ini tercermin dalam kebijakan konservasi dan industri pariwisatanya.

Untuk mendukung ekowisata, negara ini menawarkan atraksi lain seperti Crocodile Bridge di Rio Tarcoles, tempat puluhan buaya Amerika raksasa berjemur di tepi sungai. Lokasi ini populer di kalangan turis dan berada di jalan utama yang menghubungkan ibu kota dengan kota-kota pantai terkenal serta bandara terbesar di Kosta Rika.

Di sekitar jembatan terdapat pedagang aksesoris buaya, restoran bertema 'cocodrilo', dan perahu safari buaya yang memungkinkan pengunjung melihat buaya lebih dekat, bahkan memberi makan secara langsung.

Upaya ini memperkuat posisi Kosta Rika sebagai destinasi ekowisata terbaik dunia dengan menjaga keseimbangan alam dan keberlangsungan hayati.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author