Terrel Williams Ungkap Dampak Psikologis Usai Pertarungan Lawan Prichard Colón
Mantan petinju kelas welter Terrel Williams mengakui bahwa pertarungan tragis melawan Prichard Colón pada 17 Oktober 2015 di Virginia telah mengubah perjalanan hidup dan kariernya secara permanen. Pengakuan tersebut kembali menjadi sorotan publik menyusul kabar wafatnya Colón pada 13 Agustus 2026 di usia 33 tahun.
Pertarungan lebih dari satu dekade lalu itu menyebabkan Colón menderita cedera otak parah hingga koma dan mengalami kelumpuhan permanen. Dalam laga tersebut, Williams beberapa kali mendaratkan pukulan ke bagian belakang kepala Colón, termasuk satu pukulan ilegal yang membuat nilainya dikurangi oleh wasit sebelum Colón akhirnya pingsan usai laga.
Dampak psikologis dari insiden tersebut membuat Williams sempat absen dari ring tinju selama lebih dari dua tahun. Ia baru memutuskan kembali bertarung pada November 2017 dengan kondisi mental yang jauh berbeda dari sebelumnya.
Williams mengungkapkan sejauh mana tragedi tersebut membayangi pikirannya setiap kali ia bersiap untuk bertanding kembali di atas ring.
"Hal itu memengaruhi hidupnya selamanya. Dan itu memengaruhi hidup saya selamanya," kata Terrel Williams, mantan petinju profesional.
Dalam wawancara tersebut, Williams menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat melukai Colón secara sengaja. Ia mengaku selalu memikirkan kondisi lawannya itu setiap hari dan secara rutin berdoa untuk kesembuhannya melalui informasi yang diberikan oleh rekan-rekannya.
Pengalaman traumatik di atas ring tersebut juga mengubah pandangan Williams terhadap olahraga tinju di lingkungan keluarganya sendiri. Saat menetap di Los Angeles bersama istri dan tiga putranya, Williams bahkan tidak pernah memberi tahu anak-anaknya bahwa ia adalah seorang petinju profesional dan secara tegas melarang mereka untuk mengikuti jejaknya.
Karier bertarung Williams sendiri tidak pernah benar-benar pulih ke tingkat kejuaraan dunia setelah insiden tersebut. Penampilan profesional terakhirnya tercatat pada 21 September 2019 saat ia mengalami kekalahan angka mutlak dari Thomas Dulorme, yang menjadi satu-satunya kekalahan dalam rekor bertarungnya yang berakhir 18-1.
Hingga saat ini, Williams telah sepenuhnya mundur dari sorotan publik dan belum mengeluarkan pernyataan resmi terbaru terkait meninggalnya Colón.