Kualitas Lapis Kedua Timnas Indonesia Dinilai Belum Mumpuni

Share

Jumlah pemain diaspora Timnas Indonesia yang berkarier di Eropa mengalami penurunan signifikan pada musim 2026/2027. Kondisi ini memperdalam kekhawatiran terkait krisis regenerasi serta kualitas pemain kedalaman di tingkat internasional. Saat ini hanya tersisa lebih dari 13 pemain keturunan di Eropa seperti Jay Idzes, Kevin Diks, dan Maarten Paes.

Sementara itu, pemain lokal non-naturalisasi di luar negeri kini hanya menyisakan Asnawi Mangkualam Bahar yang bermain di Thailand. Pengamat sepak bola Anton Sanjoyo menilai bahwa kehadiran pemain utama seperti Jay Idzes dan Kevin Diks belum cukup untuk membawa Timnas Indonesia bersaing di level elite Asia karena kualitas pemain pelapis yang dinilai belum setara.

"John Herdman enggak bisa lagi tenang-tenang dengan, 'Oh ya, masih ada Jay, masih ada Kevin Diks,' pemain-pemain yang kelas satu di Indonesia. Tapi, lapis keduanya tidak mumpuni," kata pengamat sepak bola Anton Sanjoyo.

Penurunan jumlah diaspora terjadi setelah kepindahan beberapa pemain seperti Thom Haye, Jordi Amat, Eliano Reijnders, Sandy Walsh, dan Ragnar Oratmangoen ke klub-klub domestik. Selain itu, tidak ada lagi bakat muda Indonesia di Eropa setelah masa kontrak Marselino Ferdinan di Oxford United habis. Di sisi lain, komposisi tim diprediksi kembali lengkap pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Pengamat sepak bola Bung Ropan menyebutkan sekitar 15 hingga 16 pemain diaspora yang absen pada Piala AFF 2026 berpeluang dipanggil kembali oleh pelatih John Herdman.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author