Fenomena Gerhana Matahari Sebagian dan Hujan Meteor Perseid Terjadi Bersamaan

Share

Masyarakat di belahan bumi utara menyaksikan fenomena astronomi langka berupa puncak hujan meteor Perseid yang terjadi bersamaan dengan gerhana matahari sebagian pada Rabu, 12 Agustus 2026. Fenomena ini memberikan kesempatan langka bagi pengamat langit untuk menyaksikan dua peristiwa celestial utama dalam satu hari.

Gerhana matahari sebagian terlihat di seluruh provinsi dan wilayah Kanada serta 26 negara bagian Amerika Serikat. Fase puncak gerhana bervariasi di berbagai lokasi, seperti Iqaluit yang mencatat magnitudo penutupan sebesar 61 persen pada pukul 13.24 EDT, St. Johns sebesar 53 persen, hingga Montreal sebesar 18 persen.

Memasuki malam hari hingga Kamis dini hari, 13 Agustus 2026, fenomena dilanjutkan dengan puncak hujan meteor Perseid. Peristiwa ini terjadi saat Bumi melintasi puing-puing sisa komet, menghasilkan lintasan cahaya yang intensif di langit malam.

Kondisi bulan baru yang menyatukan peristiwa gerhana matahari juga menguntungkan pengamatan hujan meteor. Absennya cahaya bulan menghilangkan polusi cahaya alami, sehingga meteor-meteor redup dapat terlihat lebih jelas dengan tingkat pengamatan mencapai 60 hingga 100 meteor per jam di lokasi yang gelap.

Para pengamat disarankan menyaksikan hujan meteor dengan mata telanjang tanpa teleskop agar bidang pandang tetap luas. Sementara itu, untuk pengamatan gerhana matahari, masyarakat diimbau menggunakan kacamata khusus berstandar ISO 12312-2 atau proyektor lubang jarum guna mencegah kerusakan retina mata.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author