Masyarakat Ekonomi Syariah Dorong Penerapan Ekonomi Syariah Nasional
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mendorong akselerasi penerapan ekonomi syariah dalam aktivitas perekonomian nasional, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Kamis (13/8/2026). Ketua Umum MES Rosan Roeslani menyampaikan hal tersebut di Wisma Danantara, Jakarta Selatan. Rosan menjelaskan bahwa MES telah menyusun program kerja untuk jangka waktu lima tahun mendatang.
Langkah strategis ini dirancang guna memperluas penggunaan serta pengembangan sistem ekonomi berbasis syariah di seluruh wilayah Indonesia. "Karena mungkin pengetahuan atau awareness mengenai ekonomi syariah ini, masyarakat Indonesia kita ini juga perlu diperluas, tetapi yang paling penting adalah ya implementasinya. Karena kita sebagai negara penduduk muslim terbesar, seyogyanya juga ekonomi syariah ini bisa berkembang dan dirasakan asas manfaatnya di seluruh Indonesia," kata Rosan di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).
Guna mempercepat proses eksekusi di lapangan, organisasi tersebut berencana memberikan masukan resmi kepada pemerintah. Rekomendasi mengenai regulasi dan kebijakan akan dihimpun dari jaringan MES di tingkat provinsi hingga perwakilan luar negeri.
Inisiatif yang disiapkan mencakup penguatan koperasi berbasis masjid dan santri, pelatihan kewirausahaan santri, hingga pemberdayaan UMKM syariah. Program kerja ini dijalankan melalui kemitraan strategis dengan instansi terkait. "Banyak program-program tadi yang akan kita jalankan, seperti bekerja sama dengan Baznas juga tadi, juga kita MoU bersama, bekerja sama baik pengembangan dari koperasi masjid, kemudian koperasi santri, dan juga pengembangan bagaimana agar terbentuk, tercipta juga santri entrepreneurship atau wirausaha dari para santri yang kita akan bangun," bebernya.
Implementasi program tersebut nantinya terhubung langsung dengan ekosistem bisnis BUMN dan Danantara, termasuk lembaga perbankan serta asuransi syariah. MES juga menjalin kerja sama resmi dengan Kementerian Koperasi dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dalam kesempatan yang sama, Ketua Baznas Sodik Mudjahid mengonfirmasi bahwa pihak pimpinan Baznas telah menyediakan 13 program kerja konkret. Program tersebut difokuskan pada pengentasan kemiskinan, bantuan bencana, beasiswa, serta penyediaan fasilitas air bersih dan penerangan bagi warga kurang mampu.
"Ada 13 program dan semua itu adalah implementasi, penerapan dari ekonomi syariah. Nah itulah kami tadi melakukan MoU antara MES, Baznas, dan Kementerian Koperasi," tutup Sodik.