Karoline Leavitt Mungundurkan Diri Sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil agar ia dapat meluangkan lebih banyak waktu bersama keluarga dan dua anaknya yang masih kecil.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi pengunduran diri juru bicara termuda dalam sejarah Gedung Putih tersebut. Trump menyatakan memahami serta menghormati keputusan yang diambil oleh juru bicaranya.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Rabu, 12 Agustus 2026, Trump menyampaikan apresiasinya atas pengabdian Leavitt. Ia juga mengungkapkan peran baru yang akan diemban oleh pejabat berusia 28 tahun itu setelah lepas dari jabatannya di pemerintahan.
"Karoline sekarang akan menjadi salah satu penasihat luar utama saya, dan suara yang berpengaruh di dalam Partai Republik," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Pengunduran diri ini diumumkan kurang dari satu bulan setelah Leavitt kembali bertugas di Gedung Putih usai menjalani cuti melahirkan. Ia melahirkan anak keduanya, seorang putri bernama Viviana, pada 1 Mei 2026.
Leavitt membagikan perasaannya mengenai keputusan bittersweet tersebut melalui unggahan di media sosial X. Ia menceritakan tantangan besar yang dihadapi dalam menyeimbangkan peran sebagai ibu dan pejabat tinggi negara.
"Menjadi seorang ibu dan menyambut bayi baru sambil bekerja di salah satu pekerjaan paling menuntut di dunia telah menjadi musim paling memuaskan namun menantang dalam hidup saya, untuk katakanlah yang sejujurnya," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Ia menambahkan bahwa setelah kembali bekerja, ia menyadari tidak bisa memberikan perhatian penuh yang dibutuhkan oleh kedua anaknya jika tetap bertahan di posisi tersebut.
"Yang benar adalah sejak kembali ke Gedung Putih setelah kelahiran putri saya, saya merasakan di dalam hati bahwa saya tidak bisa menjadi ibu terbaik yang layak didapatkan oleh kedua anak saya yang masih kecil sambil memberikan waktu, energi, dan perhatian terus-menerus yang dibutuhkan sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih — dan itulah mengapa pada akhirnya saya membuat keputusan pahit-manis untuk meninggalkan Gedung Putih dan memulai babak baru dalam hidup saya," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Selama setahun setengah menjabat sejak Januari 2025, Leavitt dikenal memiliki gaya komunikasi yang tegas dan agresif terhadap media mainstream. Pendekatannya mencerminkan hubungan yang sering kali memanas antara Presiden Trump dan awak media.
Rekam jejak Leavitt di mimbar Gedung Putih diwarnai berbagai ketegangan dengan jurnalis. Dalam taklimat media pada Maret 2025, ia terlibat adu argumen sengit dengan wartawan The Associated Press, Josh Boak, terkait kebijakan tarif impor.
"Dia sebenarnya tidak menerapkan kenaikan pajak. Tarif adalah kenaikan pajak pada negara-negara asing yang, sekali lagi, telah memanfaatkan kita," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Ketika Boak mempertanyakan pemahamannya mengenai mekanisme tarif, Leavitt menyampaikan kekecewaannya atas pertanyaan tersebut.
"Tarif adalah pemotongan pajak bagi rakyat Amerika, dan Presiden adalah penganjur gigih pemotongan pajak," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Perselisihan tersebut berlanjut hingga Leavitt mengkritik balik pertanyaan wartawan itu di depan awak media lainnya.
"Saya pikir sangat menghina bahwa Anda mencoba menguji pengetahuan saya tentang ekonomi, dan keputusan yang telah dibuat Presiden ini," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Ia kemudian menutup tanggapannya dengan menyatakan penyesalannya telah memberikan kesempatan bertanya kepada kantor berita tersebut.
"Saya sekarang menyesal memberikan pertanyaan kepada The Associated Press," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Insiden serupa terjadi pada Juni 2025 saat wartawan NOTUS Jasmine Wright menanyakan jenis unjuk rasa yang didukung Presiden Trump menjelang parade militer di ibu kota.
"Tentu saja Presiden mendukung unjuk rasa damai. Betapa pertanyaannya bodoh," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Sikap keras Leavitt juga terlihat pada Februari 2026 ketika ia menghentikan taklimat media secara mendadak setelah dihujani pertanyaan mengenai keterkaitan Menteri Perdagangan Howard Lutnick dengan Jeffrey Epstein.
"Saya hanya akan menunjukkan bahwa ada banyak pencapaian dalam berita minggu ini yang tidak ditanyakan oleh orang-orang di ruangan ini karena Anda terus mengajukan pertanyaan tentang subjek yang sama jadi izinkan saya menyetorkannya untuk Anda," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Sebelum meninggalkan panggung, ia menegaskan bahwa pemerintahannya akan kembali fokus pada agenda kerja presiden.
"Jadi, kita akan kembali bekerja. Presiden sangat sibuk hari ini dan Anda akan melihatnya besok di acara di East Room mengandalkan kebijakan energi Administrasinya," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Konfrontasi tajam lainnya terjadi pada Januari 2026 saat jurnalis The Hill Niall Stanage mempertanyakan taktik penegakan hukum ICE setelah tewasnya Renee Nicole Good. Leavitt secara terbuka menuduh jurnalis tersebut bersikap bias.
"Mengapa Renee Good sayangnya dan secara tragis terbunuh?" kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Setelah jurnalis tersebut memberikan pendapatnya, Leavitt langsung memberikan tuduhan keras terkait netralitas sang wartawan.
"Oke, jadi Anda adalah reporter bias dengan pendapat sayap kiri," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Ia bahkan mempertanyakan keberadaan jurnalis tersebut di ruang pers Gedung Putih.
"Karena Anda adalah peretas sayap kiri. Anda bukan reporter, Anda berpura-pura di ruangan ini sebagai jurnalis. Dan itu sangat jelas dari premis pertanyaan Anda. Dan Anda serta orang-orang media yang memiliki bias seperti itu tetapi berpura-pura seperti jurnalis — Anda bahkan tidak boleh duduk di kursi itu," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Leavitt mengakhiri perdebatan tersebut dengan menuduh sang wartawan bertindak sebagai aktivis politik.
"Anda berpura-pura seperti seorang jurnalis, tetapi Anda adalah aktivis sayap kiri. Pertanyaan yang baru saja Anda ajukan dan jawaban Anda membuktikan bahwa Anda bias. Anda seharusnya melaporkan fakta," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Meskipun Leavitt akan melepaskan jabatannya di Gedung Putih, Trump memastikan bahwa ia akan tetap berada di lingkaran dalam timnya untuk membantu persiapan Partai Republik menghadapi pemilihan umum sela pada November mendatang.