iFixit Soroti Kerentanan Engsel Samsung Galaxy Z Fold8 terhadap Debu
Lembaga perbaikan perangkat iFixit memberikan skor kemudahan perbaikan sementara 4 dari 10 untuk Samsung Galaxy Z Fold8 pada Kamis (13/8/2026). Penilaian rendah tersebut disebabkan oleh kerentanan engsel perangkat terhadap masuknya debu dan partikel kecil.
Pengujian pembongkaran iFixit mengungkapkan bahwa peringkat perlindungan IP48 pada Z Fold8 tidak melindungi perangkat dari partikel di bawah ukuran 1 milimeter. Hal ini membuat debu atau pasir berisiko masuk ke dalam mekanisme engsel yang dikenal sulit diperbaiki.
Kegagalan menahan kotoran dapat merusak fungsi pembukaan layar pada ponsel lipat seharga 1.900 dolar AS tersebut secara permanen.
"Setelah mencoba membuka dan menutup Fold 8, engsel mulai mengeluarkan suara gemertak dan gertakan yang sangat buruk, dan ponsel berhenti membuka secara normal," kata iFixit.
Pihak iFixit menambahkan bahwa kerusakan pada komponen tersebut berpotensi memicu biaya perbaikan yang besar bagi pengguna.
"Samsung sebelumnya memperlakukan engsel dan layar dalam sebagai satu kesatuan rakitan pengganti, dan untuk tujuan penilaian kami harus berasumsi bahwa Fold8 akan mengikuti pola yang sama. Oleh karena itu, kerusakan pada salah satu komponen pada dasarnya mengharuskan pengosongan ponsel untuk mengganti seluruh rakitan," kata iFixit.
Kelemahan perlindungan debu ini membuat posisi Samsung tertinggal dari para pesaingnya. Ponsel lipat lain seperti Google Pixel 10 Pro Fold, Pixel 11 Pro Fold, dan Honor Magic V6 sudah mengantongi sertifikasi IP6X yang tahan debu sepenuhnya.
Di luar isu ketahanan fisik yang disorot iFixit, Samsung Electronics secara resmi memamerkan keunggulan sistem kamera lini Galaxy Z terbaru dalam acara Galaxy Unpacked di London. Rangkaian perangkat seperti Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8 standar, dan Galaxy Z Flip8 diuji untuk mendokumentasikan sudut-sudut kota.
Model tertinggi Galaxy Z Fold8 Ultra mengusung kamera utama 200 MP dengan mode high dynamic range (HDR) baru serta kamera ultra-wide 50 MP. Perangkat ini didukung fitur Nightography untuk meredam noise saat memotret objek malam hari seperti Tower Bridge.
Sementara itu, varian Galaxy Z Fold8 dibekali fitur Dual Recording untuk merekam dari kamera depan dan belakang secara bersamaan, serta modul Super Steady dengan Horizontal Lock untuk menjaga stabilitas video. Adapun Galaxy Z Flip8 mengandalkan kamera sudut lebar 50 MP dengan ProVisual Engine berbasis AI, Flex Mode untuk pengambilan foto tanpa genggaman, serta fitur Camcorder Grip pada layar lipatnya.