Saham Alphabet Anjlok Akibat Pembengkakan Biaya Kecerdasan Buatan

Share

Saham Alphabet jatuh di bawah level 390 dolar AS setelah sempat menyentuh rekor tertinggi karena para investor mulai mengkhawatirkan lonjakan biaya infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan tekanan regulasi di Eropa pada Selasa, 19 Mei 2026.

Penurunan harga saham perusahaan induk Google sebesar 2,6 persen ini membalikkan sebagian tren positif dari laporan keuangan kuartal pertama yang sebelumnya memicu optimisme pasar dunia.

Laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan pendapatan Alphabet melonjak 22 persen secara tahunan menjadi 109,9 miliar dolar AS, melampaui prediksi analis sebesar 107,2 bahwasanya laba bersih melonjak 81 persen menjadi 62,6 miliar dolar AS.

Meskipun demikian, para pelaku pasar kini lebih berfokus pada keberlanjutan margin keuntungan jangka panjang mengingat perkiraan pengeluaran modal (CapEx) Alphabet berpotensi membengkak hingga mencapai rentang 175 miliar hingga 185 miliar dolar AS pada tahun 2026.

Di sisi lain, posisi tawar investor sempat mendapat dorongan sentimen positif setelah Berkshire Hathaway dilaporkan menambah kepemilikan sahamnya di Alphabet hingga lebih dari 200 persen menjadi sekitar 58 juta lembar saham senilai 17 miliar dolar AS pada akhir Maret.

Lini bisnis Google Cloud juga mencatatkan performa impresif dengan menghasilkan pendapatan kuartalan lebih dari 20 miliar dolar AS, atau tumbuh sekitar 63 persen secara tahunan di tengah tingginya permintaan infrastruktur komputasi awan global.

Namun, tantangan eksternal kembali muncul setelah regulator Uni Eropa memberikan waktu tambahan kepada Google dalam diskusi antimonopoli karena menilai proposal penyelesaian yang diajukan sebelumnya belum memadai.

Penyelidikan regulasi ini memicu kekhawatiran baru terkait potensi denda finansial yang besar atau pembatasan operasional pada sistem pencarian, praktik periklanan, integrasi Android, serta layanan AI masa depan milik Alphabet.

Secara teknikal, pergerakan saham Alphabet sempat menembus level rata-rata bergerak (SMA) 50 hari di dekat 320 dolar AS dan SMA 100 hari di 300 dolar AS sebelum akhirnya mendapat sokongan kuat pada indikator SMA 200 hari di level 270 dolar AS.

Berikut adalah rincian kinerja keuangan kuartal pertama Alphabet pada tahun 2026 berdasarkan data resmi perusahaan:

Kinerja Keuangan Alphabet Kuartal I 2026
Indikator Keuangan Nilai Capaian (Dolar AS) Catatan Pertumbuhan / Perbandingan
Total Pendapatan 109,9 Miliar Tumbuh 22% (Melampaui Estimasi 107,2 Miliar)
Laba Bersih 62,58 Miliar Melonjak 81% dari Q1 2025 (34,54 Miliar)
Laba per Saham (EPS) 5,11 Melampaui Estimasi Analis sebesar 2,62
Google Search & Lainnya 77,25 Miliar Tumbuh 19% Didorong Tingginya Penggunaan
Google Cloud 20,03 Miliar Tumbuh 63% dengan Backlog 460 Miliar
Iklan YouTube 9,88 Miliar Berada di Bawah Ekspektasi Sebagian Analis

Kombinasi antara eskalasi biaya infrastruktur cip canggih dari mitra seperti Broadcom dan Intel, tekanan persaingan teknologi yang ketat, serta risiko antimonopoli membuat prospek profitabilitas Alphabet kini dinilai lebih rentan oleh para pemegang saham.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author