DPR Tanggapi Rencana Buruh Umumkan Partai Tak Serius Bahas RUU Ketenagakerjaan
Pimpinan DPR RI menegaskan seluruh pihak di parlemen terus berjuang demi kepentingan para pekerja di tengah langkah koalisi buruh yang berencana membeberkan partai politik yang tidak serius membahas RUU Ketenagakerjaan pada Kamis (13/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyampaikan bahwa seluruh fraksi di legislatif memiliki komitmen yang sama dalam mengawal regulasi perlindungan tenaga kerja tersebut.
"Sudah di DPR semuanya, satu kesatuan berjuang bersama-sama untuk buruh ya untuk para pekerja," kata Cucun di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Pernyataan pimpinan DPR tersebut muncul menyusul audiensi perwakilan serikat buruh dengan pimpinan DPR RI di Senayan pada pagi hari untuk membahas kelanjutan draf RUU Ketenagakerjaan.
"Kami koalisi besar mencatat partai-partai yang serius atau tidak serius membahas undang-undang ini. Dan kami akan umumkan ke publik partai yang punya keberpihakan dan yang sama sekali tidak punya keberpihakan, supaya masyarakat tahu dan tidak ada dusta di antara kita," kata Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dalam pertemuan tersebut, Kamis (13/8).
Andi Gani menyoroti perbedaan komitmen antar fraksi partai politik dalam menyusun draft aturan baru tersebut.
"Jadi kita akan umumkan nanti, ada partai yang begitu bersemangat punya bahan lengkap, ada partai bahkan sampai hari ini tidak punya draf apa pun," ungkapnya.
Sikap senada disampaikan pimpinan organisasi buruh lainnya yang turut hadir dalam pertemuan bersama pimpinan legislatif tersebut.
"Kami mengapresiasi beberapa partai politik yang sudah menerima kami, Pak. Memang ada dua dan tiga yang memang sama sekali tidak mau membuka tangan," kata Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban.