Sebab Madu Mampu Bertahan Hingga Ribuan Tahun Tanpa Basi

Share

Penemuan wadah berisi madu di kawasan pemakaman kuno Mesir membuktikan daya tahan simpan bahan alami tersebut. Peneliti menemukan sampel yang diperkirakan berusia 3.000 tahun dalam kondisi tetap baik, seperti dilansir dari Detik Food.

Arkeolog baru membuka tempat penyimpanan tersebut pada abad ke-20. Pengamatan laboratorium mengungkap sejumlah karakteristik sains yang membuat bahan ini tidak mudah membusuk.

Madu matang secara alami memiliki kadar air yang sangat terbatas, yakni berkisar antara 17 hingga 18 persen saja. Kondisi minim cairan ini menyulitkan bakteri maupun jamur untuk tumbuh dan berkembang biak.

Tingkat konsentrasi gula yang sangat tinggi juga menciptakan tekanan osmotik kuat. Tekanan tersebut menarik molekul air keluar dari sel mikroorganisme sehingga mikroba yang masuk akan mati secara alami.

Tingkat keasaman yang cukup tinggi turut menjadi benteng pertahanan tambahan. Nilai pH yang berada pada rentang 3,2 hingga 4,5 secara efektif menghambat perkembangan berbagai jenis kuman.

Kandungan Senyawa Antimikroba

Proses pengolahan alami oleh lebah menyumbang enzim penting bernama glucose oxidase. Enzim ini memicu pembentukan asam glukonat serta hidrogen peroksida yang berfungsi sebagai zat antimikroba aktif.

"Hanya beberapa bakteri atau mikroorganisme yang bisa bertahan dalam lingkungan seperti itu," kata Amina Harris dari Honey and Pollination Center, UC Davis, California.

Fenomena serupa juga pernah ditemukan pada tahun 2003 di wilayah Georgia. Para ilmuwan mengidentifikasi sisa madu di dalam wadah keramik yang ditaksir telah berumur 5.500 tahun.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: kesehatan madu mesir kuno sains
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author