Kasus Alumni Tampar Siswi SMP di Bogor Berakhir Damai

Share

Kasus penganiayaan seorang siswi SMP berseragam pramuka oleh alumni sekolahnya di Kota Bogor, Jawa Barat, diselesaikan secara kekeluargaan pada Kamis (13/8/2026). Dilansir dari Detikcom, kepolisian memastikan kedua pihak sepakat berdamai tanpa melanjutkannya ke proses hukum.

Keputusan tersebut diambil mengingat status anak yang masih berada di bawah umur. Meski mediasi sempat dicapai sebelum video perundungan tersebut viral di media sosial, pihak kepolisian tetap mendatangi sekolah untuk mengonfirmasi identitas para pelajar yang terlibat.

"Betul, untuk masalah hukummya adalah disepakati oleh pihak keluarga korban, karena menimbang bahwa usia anak yang juga masih di bawah umur, sehingga berkesimpulan bahwa permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, tidak sampai dibawa ke ranah hukum," kata Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah Ipda Budi Setiawan, Kamis (13/8/2026).

Aparat kepolisian langsung melakukan langkah penjemputan guna memastikan komitmen perdamaian dari kedua belah pihak setelah rekaman video insiden tersebut menyebar luas.

"Kesimpulannya dari peristiwa ini bahwa permasalahan tersebut tidak diselesaikan lewat jalur hukum, dan kedua belah pihak tetap menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Dan yang paling utama mereka itu membuat pernyataan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut," kata Budi.

Hasil penyelidikan mengungkapkan penamparan dipicu kekesalan pelaku yang merasa tidak terima atas isu lokasi indekosnya sering dikunjungi teman pria hingga larut malam.

"Jadi peristiwa tersebut berawal dari korban ini ada yang menyampaikan berita bahwa di daerahnya tersebut sering ada yang membicarakan, bahwa di tempat kosannya (pelaku) ada yang sering begadang sampai malam atau suka ada teman-teman cowok yang main," kata Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah Ipda Budi Setiawan, Kamis (13/8).

Tindakan kekerasan terjadi setelah pelaku menemui korban secara langsung tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu atas rumor yang beredar.

"Akhirnya berita tersebut tidak diklarifikasi kembali dan kemudian pelaku ini menemui korban sehingga terjadi pembully-an," lanjutnya.

Keterangan senada disampaikan pihak Dinas Pendidikan Kota Bogor yang mengonfirmasi bahwa pemicu tindak kekerasan tersebut bermula dari rumor persoalan pribadi pelaku.

"Sebenernya masalahnya sepele. Intinya begini, yang memakai baju hitam yang perempuan itu adalah alumni, kemudian dia kos atau ngontrak. Nah (pelaku) dirumorkan, digosipkan lah ya, bahwa dia suka bawa lain jenis (pria) ke kosan, sering ngumpul, digosipkannya begitu," kata staf Bagian SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor Ade Siswanto.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author