Penjualan Fortuner dan Pajero Sport Merosot Terimbas Harga BBM Diesel
Tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel berdampak langsung pada distribusi kendaraan SUV di Indonesia. Penjualan Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport mencatatkan penurunan signifikan hingga periode Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi Toyota Fortuner yang sempat berada di angka seribuan unit kini hanya mencapai 504 unit pada Juli 2026. Tren penurunan pasokan mobil bongsor ini mulai terlihat sejak Mei 2026.
Kondisi serupa dialami oleh Mitsubishi Pajero Sport. Penjualan unit dari pabrikan tersebut terus menyusut sejak Mei, hingga akhirnya hanya terdistribusi sebanyak 254 unit pada bulan ketujuh tahun ini.
Tekanan terhadap pasar mobil diesel mulai menguat setelah harga BBM diesel melonjak sejak April 2026. Bahkan, harga bahan bakar tersebut sempat menembus angka Rp 30.000 per liter pada Mei 2026.
Penurunan kinerja penjualan ini juga dikonfirmasi oleh produsen. Selain Fortuner yang mengalami penurunan hingga 30 persen dibanding kuartal pertama, lini diesel lain seperti Kijang Innova Reborn turut mencatatkan penurunan distribusi sebesar 20 persen.
Pihak produsen berharap situasi ini hanya bersifat guncangan sementara di pasar. Produsen optimistis konsumen dapat segera beradaptasi dengan perubahan harga BBM diesel sehingga kepercayaan masyarakat untuk membeli kendaraan diesel kembali pulih.
Berikut adalah rekapan data distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer sepanjang semester pertama hingga Juli 2026.
| Bulan | Toyota Fortuner (Unit) | Mitsubishi Pajero Sport (Unit) |
|---|---|---|
| Januari | 1.062 | 831 |
| Februari | 1.103 | 1.262 |
| Maret | 655 | 621 |
| April | 1.386 | 655 |
| Mei | 1.224 | 499 |
| Juni | 602 | 364 |
| Juli | 504 | 254 |
"Mudah-mudahan hanya shock sesaat. Pada saat mereka benar-benar menjalankan atau mengalami kenaikan harga tersebut, kemudian mereka menjalani setiap bulannya, mudah-mudahan mereka bisa beradaptasi, sehingga memberikan confidence buat mereka untuk membeli kendaraan diesel lagi," kata Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Bansar Maduma.