Presiden Prabowo Subianto Samakan Ilmu Bisnis dengan Strategi Militer
Presiden Prabowo Subianto menyamakan aktivitas dunia bisnis dengan strategi militer berdasarkan pengalamannya menjadi pengusaha setelah pensiun dari TNI. Hal itu disampaikannya saat meluncurkan Motor Listrik Nasional di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026), dilansir dari Detik Finance.
Prabowo mengawali sambutannya dengan menceritakan transisinya dari dunia militer ke dunia usaha pada awal tahun 2000-an. Ia berseloroh mengenai pendapatan pensiunan tentara yang dinilainya tidak besar, karena fokus utama prajurit adalah pengabdian kepada negara.
"Saya itu pernah jadi tentara. Habis itu saya pensiun, pensiunnya ya pensiun tentara agak kurang lah ya. Tapi pengabdian.
Rame ing gawe, sepi ing pamrih. Bener? Mudah-mudahan," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Mantan komandan militer tersebut menjelaskan bahwa pola manajemen di perusahaan memiliki kemiripan fungsional dengan struktur angkatan bersenjata. Menurutnya, seorang pengusaha dituntut bertempur menggunakan ilmu perang karena menghadapi risiko yang serupa di lapangan.
"Saya sempat mengalami menjadi pengusaha. Makanya saya bener-bener memahami bahwa menjadi pengusaha, menjadi wiraswasta itu sifatnya itu sama hampir dengan tentara. Makanya seorang entrepreneur dia pakai kata-kata Wiraswasta. Karena dia bertempur, dan dia pakai ilmu perang juga," beber Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Ia mencontohkan keberadaan unit penelitian dan pengembangan (Litbang) dalam sebuah perusahaan operasionalnya menyerupai unit intelijen. Begitu pula dengan unit logistik perusahaan yang memerlukan perhitungan matang seperti halnya dalam organisasi militer.
"Ada intelnya, Litbang itu intel. Habis itu dia ada logistiknya, hitungan, dan semuanya dihitung," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Dalam penutupnya, Kepala Negara mengapresiasi keberanian para produsen otomotif seperti Alva, Gesits, dan LEN Industri yang memproduksi kendaraan ramah lingkungan tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap inisiatif bisnis baru selalu melibatkan kalkulasi risiko dan potensi kegagalan investasi yang besar.
"Jadi saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara sekalian yang telah ambil satu keberanian. Inisiatif itu keberanian. Karena inisiatif mengandung risiko.
Segala yang kau keluarkan berapa tahun yang lalu bisa gagal. Inipun hari ini ada risiko," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.