Kemensos Salurkan Bantuan Air Bersih Kekeringan di Pangandaran

Share

Kementerian Sosial mengirimkan bantuan sarana air bersih untuk mengatasi dampak kekeringan yang melanda 7.973 jiwa di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (13/8/2026).

Krisis air bersih akibat musim kemarau sejak Mei 2026 tersebut tercatat meluas hingga mencakup 2.681 kepala keluarga di 22 desa dari sembilan kecamatan. Menanggapi kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan selama 90 hari terhitung sejak 3 Juli hingga 30 September 2026.

Guna mempercepat penyaluran bantuan, Kemensos menerjunkan satu unit truk tangki air, enam unit tandon, serta enam paket alat penjernih air. Fasilitas penampungan dan penjernih air tersebut diinstalasi di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak, guna memastikan pasokan terdistribusi dengan aman.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi bantuan ke seluruh wilayah terdampak krisis air.

"Kemensos sudah menyalurkan berbagai bantuan pemenuhan air bersih. Sekarang distribusi terus dilakukan ke wilayah terdampak agar kebutuhan air bersih warga terdampak tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung," kata Mensos Saifullah Yusuf.

Berdasarkan data terkini per Rabu (12/8/2026), sembilan kecamatan yang mengalami kekeringan meliputi Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya. Dampak krisis air terbesar tercatat berada di Kecamatan Cimerak dengan 2.561 jiwa, disusul Kalipucang 2.231 jiwa, serta Parigi 1.708 jiwa.

Saifullah Yusuf menjelaskan koordinasi intensif terus dijalankan bersama dinas daerah serta petugas di lapangan untuk memantau titik-titik rawan.

"Distribusi air akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan petugas di lapangan untuk melihat titik-titik yang perlu segera ditangani," ujar Saifullah Yusuf.

Proses penanganan darurat dan pemetaan kebutuhan warga dilakukan oleh Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kemensos bersama Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran, Tagana, BPBD, serta relawan setempat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author