FKUI Tanggapi Isu Perbandingan Pelayanan Kesehatan Indonesia dan Penang

Share

Isu kualitas pelayanan kesehatan Indonesia yang kerap dibanding-bandingkan dengan fasilitas medis di Penang, Malaysia, mendapat tanggapan dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM pada Kamis (13/8/2026), dilansir dari Detik Health.

Sorotan publik ini mencuat usai seorang selebgram mengungkapkan perbedaan diagnosis medis. Dokter di Indonesia mendiagnosis pasien mengidap radang usus buntu, sementara pemeriksaan lanjutan di Penang menunjukkan hasil sebaliknya.

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM Prof Ari Fahrial Syam menyatakan bahwa pelayanan kesehatan dalam negeri kerap disudutkan terkait fenomena masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri.

"Padahal di satu sisi saya juga mesti bilang, ada juga pasien-pasien yang gagal diobati di Penang, berobat juga akhirnya ke Indonesia. Ini yang mesti kita ketahui," kata Prof Ari kepada detikcom, Kamis (13/8/2026).

Menanggapi kasus radang usus buntu yang viral, ia menjelaskan bahwa hasil diagnosis antar rumah sakit sangat bergantung pada tingkat keparahan kondisi pasien saat diperiksa.

"Bahkan, jangankan 3 bulan, mungkin dalam 2-3 minggu kalau kondisinya membaik, maka gejala akutnya sudah hilang. Tapi bisa saja pasien masih ada dalam fase apendisitis kronis," katanya.

Ia menambahkan bahwa kondisi apendisitis kronis memiliki potensi sewaktu-waktu mengalami kekambuhan akut, sehingga kondisi klinis pasien dapat berubah pada setiap kali pemeriksaan.

"Jadi memang kurang pas juga kalau dibilang pasien bisa naik pesawat, kemudian bisa berobat ke rumah sakit di sana, jalan kaki, segala macam, dinyatakan sebagai kondisi yang akut. Jadi memang bisa saja pada saat datang sudah kondisinya tidak akut lagi," kata prof Ari.

Kondisi medis pasien yang telah berubah menjadi kronis membuat indikasi infeksi tidak lagi terdeteksi secara jelas saat pemeriksaan ulang dilakukan.

"Sudah mungkin kronis kalau diperiksa pun juga tidak terbukti lagi adanya infeksi," tambahnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author