Kementerian ESDM Sebut Motor Listrik Hemat BBM dan Anggaran Negara
Populasi motor listrik di Indonesia masih tergolong kecil meskipun popularitasnya terus meningkat. Namun, elektrifikasi kendaraan ini memiliki potensi besar untuk menghemat anggaran negara dan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dikutip dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), penggunaan 900 ribu motor listrik dapat menghemat konsumsi BBM hingga sekitar 320 juta liter setiap tahun. Selain itu, penghematan kompensasi Pertalite mencapai kurang lebih Rp480 miliar per tahun.
Selain manfaat bagi negara, pengguna motor listrik juga dapat menghemat biaya operasional hingga Rp2,68 juta per tahun menurut perkiraan Kementerian ESDM. Dengan jumlah kendaraan roda dua yang sangat besar di Indonesia, AISMOLI menilai percepatan penggunaan motor listrik akan memberikan dampak penghematan yang signifikan.
Ketua Umum AISMOLI, Budi Setiyadi, menyatakan bahwa manfaat motor listrik tidak hanya dirasakan oleh pemilik kendaraan melalui biaya operasional yang lebih rendah. Negara juga dapat mengurangi konsumsi BBM sekaligus meningkatkan ruang fiskal yang diperlukan untuk menjaga harga energi.
Berdasarkan perhitungan Kementerian ESDM, setiap satu juta motor listrik yang digunakan dapat mengurangi konsumsi BBM sekitar 356 juta liter per tahun. Jika 5 juta motor beralih ke listrik, potensi pengurangan BBM mencapai 1,78 miliar liter per tahun. Sementara itu, 10 juta motor listrik dapat mengurangi kebutuhan BBM hingga 3,56 miliar liter per tahun.
Budi menambahkan bahwa tujuan utama adalah menyediakan pilihan mobilitas yang lebih ekonomis bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia pada BBM. Dengan ekosistem yang semakin kuat, manfaatnya akan terasa bagi konsumen, industri, dan negara secara keseluruhan.
Informasi ini dikutip dari Detik Oto yang melaporkan data dan pernyataan resmi dari Kementerian ESDM dan AISMOLI.